Proyeksi Bisnis Penjualan Mobil Tahun Ini

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi berpotensi memberatkan kinerja perusahaan automotive. Lalu seperti apa gambaran bisnis penjualan mobil tahun 2015 ini dan bagaimana upaya perusahaan untuk mempertahankan kinerja bisnisnya? Setelah hampir selama 6 tahun terakhir industri otomotif "tancap gas",  pertumbuhan bisnis ini pada tahun 2015 diprediksi tidak akan secemerlang tahun-tahun lalu. 

Hal ini memang tidak terlepas pengaruhnya dari kenaikan harga BBM bersubsidi yang diputuskan pemerintah. Data dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memprediksi penjualan mobil di Indonesia tahun 2015 akan cenderung flat (datar) yakni sekitar 1,2 juta unit. 

bisnis penjualan mobil
Sementara itu ASTRA cukup optimis bahwa angka penjualan mobil akan lebih tinggi daripada prediksi Gaikindo yakni sekitar 1,3 juta unit kendaraan. Meskipun cenderung mengalami stagnasi, namun menurut perkiraan ASTRA akan ada peningkatan dari tahun lalu yang sebesar 1,25 juta unit. Begitu pula prediksi pasaran mobil menurut Indomobil bahwa akan ada sedikit kenaikan berkat penjualan LCGC (Low Cost and Green Car) yang mulai populer di kalangan masyarakat kelas menengah. Sepanjang Januari sampai Oktober 2014 penjual Indomobil ditopang oleh penjualan LCGC Karimun Wagon R yang diprediksi angkanya akan dua persen tahun 2015 ini.

Tantangan penjualan mobil ini memang masih dibayang-bayangi oleh beberapa faktor, terutama ancaman inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, sehingga daya beli masyarakat tergerus dan juga membuat  harga jual mobil menjadi lebih tinggi. Selain itu pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi tantangan yang berat bagi pelaku bisnis ini karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa komponen impor dari otomotif sangat bergantung pada nilai tukar rupiah. Tantangan lainnya adalah adanya kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang tentunya akan diikuti oleh penyesuaian suku bunga kredit kendaraan bermotor. Pertumbuhan industri ini memang akan diwarnai berbagai hambatan seperti yang disebutkan di atas. Namun di tahun 2016, diprediksi akan kembali bergairah seiring prediksi membaiknya kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Apa saja langkah dan strategi para pebisnis otomotif pada tahun ini untuk menanggulangi kendala-kendala tersebut? Beberapa cara yang dilakukan antara lain: mendongkrak penjualan mobil LCGC yang selama ini sudah berkontribusi 13% terhadap penjualan mobil nasional. Segmen mobil murah ramah lingkungan diprediksi akan terus cemerlang karena menjadi pilihan masyarakat Indonesia kalangan menengah. Harga jual yang murah dan juga fitur hemat bensin akan menjadi andalan penjualan mobil LCGC. Ada 5 perusahaan produsen mobil jenis ini di Indonesia, yang semuanya adalah produsen Jepang, yakni Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan, dan Suzuki. Produksi mobil LCGC diperkirakan mencapai 300 ribu unit pada tahun 2015,dan ekspornya diperkirakan akan mencapai 200 ribu unit.

Strategi yang kedua adalah memperkuat industri komponen yaitu produksi manufaktur termasuk suku cadang, dan strategi yang ketiga adalah dengan menambah jaringan dealer, misalnya Astra International berencana menambah 10 hingga 15 dealer pada tahun ini untuk merambah dan memperluas jaringan pemasaran ke Indonesia bagian timur.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait