Prediksi Bisnis Komputer Tablet yang Makin Lelet

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global sudah mulai berdampak pada bisnis teknologi informasi. Salah satunya bagi penjualan tablet di seluruh dunia yang diproyeksi akan mengalami penurunan signifikan. Bagaimana gambaran penjualan tablet di dunia? Berikut sekilas uraiannya. Kabar tidak begitu baik bagi produsen produk teknologi dan informasi karena salah satu produk andalan mereka, yaitu tablet tampaknya akan mengalami penurunan penjualan, yang semakin lelet karena berbagai alasan termasuk juga karena perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di seluruh dunia. 

Proyeksi penjualan tablet menurut data IDC dan Bloomberg adalah bahwa sepanjang periode 2013 - 2014, penjualan tablet akan terjadi penurunan yang cukup signifikan, dari sebelumnya 8 persen menjadi hanya 5 persen dalam lima tahun ke depan (dari 2013 ke 2018).

komputer tablet
Pada tahun 2012 adalah masa - masa keemasan dari produsen teknologi informasi, khususnya untuk tablet yang pertumbuhan penjualannya mencapai 90 persen. Lalu di tahun 2013 anjlok menjadi hanya 45 persen. Dari situasi tersebut, para ekonom memperkirakan bahwa akan terjadi perlambatan ekonomi dunia. Pada tahun 2014, akhirnya terbukti benar tentang proyeksi dari para ekonom tersebut bahwa perlambatan ekonomi global termasuk juga ketidakstabilan geo politik mempengaruhi kinerja penjualan perangkat tablet. Tahun 2014, pemasaran tablet anjlok dan diperkirakan berlanjut hingga tahun 2018, dan hanya akan tersisa 7 persen dari awalnya 90 persen.

Apa faktor utama yang mempengaruhi tren penurunan tersebut?
Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan tren penjualan tablet secara global diantaranya kegemaran para konsumen yang lebih memilih untuk membeli smartphone berlayar lebar (phablet) ataupun lebih memilih laptop dengan harga yang lebih murah. Hanya dua pilihan itu yang menjadi pertimbangan konsumen. Artinya pamor dari tablet sendiri tampaknya mulai pupus.

Bagaimanakah proyeksi harga penjualan tablet mendatang? 
Hanya Jepang yang satu-satunya di mana tablet akan mengalami peningkatan harga sebesar 2,2 persen pada tahun 2014 lalu. Di kawasan Eropa barat harga tablet terkoreksi 2,2 persen, harga tablet di Amerika menurun sebesar 0,02 persen. Yang menarik adalah di kawasan Asia Pasifik (termasuk Indonesia) menurun sebesar 4,4 persen.  Salah satu penyebab turunnya penjualan tablet di kawasan ini adalah perlambatan ekonomi yang terjadi di Tiongkok yang hanya tumbuh sekitar 7 persen.

Jika ditinjau dari ukurannya, tablet manakah yang akan menjadi favorit dan diproduksi paling banyak di tahun 2013-2018? 
Menurut IDC, tablet yang memiliki layar lebih dari 8 inchi akan mengalami pertumbuhan sebesar 12,2 persen. Sementara tablet yang kurang dari 8 inci, perlahan akan mengalami penurunan drastis hingga tersisa 1,3 persen. Diperkirakan sistem operasi Android masih akan menguasai pasar hingga tahun 2018.

Sementara itu, produk iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang merupakan ponsel layar lebar buatan Apple ternyata merupakan "bom bunuh diri" karena penjualan iPad mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak tahun 2015.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait