Potensi Bisnis Bunga Potong (Florist) di Indonesia

Perkembangan floris kultur, baik dalam hal bibit, hasil maupun nilai terus meningkat dari tahun ke tahun. Negara - negara seperti Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat merupakan tiga negara yang memasok 50 persen kebutuhan bunga potong dunia. Diperkirakan pada abad 21, konsumsi bunga dunia meningkat lebih dari 10 persen, sebuah angka yang cukup besar. Lalu bagaimana dengan perkembangan bunga potong di Indonesia? Tahun 2006 lalu, Indonesia sempat membukukan nilai impor bunga potong segar sebesar 79 kg atau setara dengan 325.000 dolar amerika. Angka ini menunjukkan besarnya peluang untuk produksi bunga dalam negeri. 

Peran bunga potong di era modern sekarang telah berubah menjadi kebutuhan yang kerap diperhitungkan, sebut saja untuk acara - acara penting seperti pernikahan, dekorasi, bahkan upacara pemakaman. Semua tidak terlepas dari peran bunga potong.

bisnis bunga potongSeiring dengan meningkatnya kepedulian orang terhadap keindahan, hal ini terus diimbangi pertumbuhan rata - rata penggunaan bunga potong setiap tahunnya yang meningkat hingga 8 persen. Peningkatan ini berbanding lurus dengan berkembangnya perhotelan, restaurant ataupun kantor - kantor. Dimana bisnis - bisnis ini membutuhkan bunga potong segar setiap harinya.

Jika berbicara mengenai pertumbuhan konsumsi bunga potong di tanah air, tentu tidak terlepas dari peran pasar bunga Warabelong. Selain dipenuhi dengan berbagai macam  jenis bunga, pasar Warabelong ini juga merupakan sentra bunga potong terbesar di Indonesia. Setiap harinya, di sini terjadi pertemuan transaksi yang melibatkan lebih dari seribu orang. Hal ini tergambar dari omset penjualan bunga Warabelong. Peningkatan 50 persen dalam kurun waktu lima tahun merupakan satu bukti tren positif penjualan bunga potong di Warabelong, sehingga bisnis ini tak boleh dianggap sebelah mata. Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2012 lalu, omset penjualan bunga potong mencapai hingga 40 miliar rupiah.

Ada sekitar 32 jenis bunga potong yang masuk ke pasar Warabelong setiap harinya, misalnya mawar malang, dahlai, water, dan gerbia. Dari sekian bunga yang masuk, ada satu jenis bunga yang paling digemari konsumen, yakni bunga krisan. Bunga ini memiliki beraneka bentuk yang indah, warna yang menarik, dan harga terjangkau. Aspek seni dan ekonomi menjadi daya tarik bunga krisan.

Krisan merupakan tanaman asli dari daratan China yang nama ilmiahnya Chrysanthemum indicum L. Bunga ini juga populer di Jepang. Bahkan pada tahun 797 ditetapkan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Dari dua negara ini, bunga krisan menyebar luas ke kawasan Eropa, terutama di Prancis pada tahun 1795. Sementara itu, bunga Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800an, dan baru pada tahun 1940 bunga ini berkembang di tanah air. Bunga ini dikembangkan dengan cara komersial. Jenis dan varietas bunga krisan yang ada di Indonesia umumnya masih hibrida dari Belanda. Karena keindahan warnanya yang variatif, bunga krisan bertranformasi menjadi bunga yang paling diburu di pasaran dalam dan luar negeri.

florist
Salah satu sentra produksi bunga Krisan di Indonesia adalah di daerah Cipanas, Jawa Barat. Dengan kondisi alam yang tinggi serta kontur tanah yang dimiliki, daerah ini mampu menyumbang hampir 80 persen kebutuhan bunga potong dalam negeri. Para pelaku usahanya sebagian besar dilakoni oleh petani kecil dengan sumber daya yang terbatas. Teknologinya pun masih sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan produk minim, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Niat Indonesia untuk menjadi negara pengekspor bunga potong dunia, tampaknya masih jauh dari kata ideal. 

Beberapa tantangan klasik yang dihadapi petani bunga ini antara lain kelangkaan informasi, kerjasama yang belum terjalin utuh, serta modal yang kurang. Tak hanya itu, informasi pasar tentang besarnya permintaan serta preferensi pasar dalam dan luar negeri juga masih sangat terbatas. Tak ayal, kondisi ini menyulitkan petani dalam perencanaan produksi. Belum lagi kendala transportasi, mengingat bunga potong memiliki prasyarat agar selalu dalam kondisi segar. Namun, di antara petani tradisional, terdapat juga perusahaan yang membudidayakan bunga krisan sebagai barang komoditas. 

PT Alam Indah adalah salah satu perusahaan terbesar dalam menyumbang krisan ke penjuru Indonesia. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga terkenal sebagai pengekspor bunga ke beberapa negara, misalnya ke Jepang dan Arab Saudi yang selalu menjadi langganan mereka. Meski demikian, masalah klasik seperti hama dan varietas kadang membuat perusahaan PT Alam Indah bekerja keras memenuhi permintaan ekspor. Walaupun berada di tengah-tengah para petani bunga krisan, perusahaan tersebut masih juga kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang terkadang melonjak tajam.

Kebutuhan bunga potong di Indonesia dari waktu ke waktu semakin meningkat. Untungnya masyarakat sekarang mempunyai banyak pilihan dalam memperoleh bunga segar. Selain pasar bunga Warabelong, florist mewah juga siap membantu menyiapkan bunga dalam hitungan menit. Melimpahnya pasar bunga potong di Indonesia, otomatis membuat persaingan harga semakin kuat. Untuk pasar Warabelong masih didominasi oleh bunga dari Jawa Barat hingga 80 persen pengiriman. Sisa 20 persennya diduduki oleh kiriman dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Penjualan bunga potong juga tidak terlepas dari kalender ceremonial. Dinamika harga dalam bulan-bulan tertentu menyebabkan para penjual tidak memperhatikan kualitas. Tingginya permintaan pasar terhadap bunga potong menjadi daya tarik tersendiri. Tak jarang para produsen pun kewalahan memenuhi permintaan bunga potong pada bulan-bulan tertentu.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait