Pilih Waralaba Luar vs Waralaba Lokal

Permintaan pangsa pasar yang besar, ditambah dengan kondisi perekonomian yang stabil, membuat perusahaan asing giat mengembangkan usahanya di Indonesia, salah satunya melalui waralaba (franchise). Pada tahun 2012, setiap bulan ada 2 waralaba asing yang masuk ke pasar domestik. Bagaimana persaingan antara waralaba asing dengan lokal? Apakah dengan kehadiran waralaba waralaba asing tersebut akan menggerus pengusaha - pengusaha lokal?

Saat ini kurang lebih ada 53 waralaba asing yang secara resmi terdaftar dan beroperasi di Indonesia. Mereka bergerak dalam 9 sektor, diantaranya adalah food & bavarage, misalnya McDonald's, Pizza Hut, dan Yakult. Selain itu ada yang bergerak di bidang kesehatan, kosmetik dan perawatan tubuh; convenience store seperti Circle K dan Seven Eleven; di sektor pendidikan seperti ILC Institute; toko buku; hotel dan penginapan; bidang transportasi; dan lain sebagainya.  

WARALABA LOKAL ASINGNamun, pertumbuhan dan perkembangan waralaba lokal juga semakin banyak. Mereka memiliki peranan yang kuat dan sepertinya lebih disukai oleh para pebisnis baru. Para pebisnis pemula di tanah air merasa kalau untuk mulai berwirausaha atau berbisnis sepertinya lebih mudah dengan cara bermitra dalam waralaba. Dengan memiliki lisensi salah satu jenis waralaba, para pebisnis bisa belajar menjalani usaha dengan mengenali pola serta resikonya.

Asosiasi Franchise Indonesia mencatat dari 1500 waralaba lokal yang ada di Indonesia, ternyata kurang dari 5 persen atau sekitar 75 sampai 80 waralaba saja yang betul-betul kredibel atau memenuhi syarat, selebihnya 95 persen unit waralaba merupakan bisnis oportunity yang sesungguhnya memiliki potensi risiko tinggi. Dari 5 persen waralaba lokal yang memiliki tingkat kepercayaan dan reputasi baik, ternyata ada beberapa diantaranya yang telah "go international". Misalnya di bidang kuliner ada 3 merek waralaba yang telah mendunia, yaitu PT Baba Rafi Indonesia, Es Teler 77, dan Jco Donuts and Coffee.

Baba Rafi Indonesia mengusung kuliner timur tengah dengan nama dagang Kebab Turki Baba Rafi. Saat ini, perusahaan tersebut sudah melebarkan sayap ke Malaysia, Filipina, Singapura, Tiongkok, Belanda, dan juga Brunei Darussalam. Sementara itu, waralaba Es Teler 77 yang sudah memiliki 180 gerai di Indonesia, juga melebarkan sayap bisnisnya di Singapura, Malaysia, dan Australia. Ada juga franchise Jco Donuts and Coffee yang ada di bawah Johnny Andrean Group yang sudah memiliki cabang di Tiongkok, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika tertarik untuk bergabung dalam usaha kemitraan waralaba. Yang pertama adalah fee atau royalti. Biaya royalti untuk waralaba asing tentu lebih mahal dari fee waralaba lokal. Selain itu, anda harus cermati apakah ada kenaikan royalti untuk tahun-tahun berikutnya karena biasanya akan ada evaluasi tahunan. Hal lain yang juga dipertimbangkan adalah terkait dengan tempat usaha. Apakah pewaralaba mewajibkan calon mitranya untuk memiliki tempat sendiri atau boleh menggunakan tempat sewaan. Poin berikutnya adalah arus kas usaha. Cashflow management yang baik perlu diterapkan, apapun jenis usahanya. Bukan besaran omset yang utama, tapi yang terpenting di awal-awal menjalankan bisnis adalah apakah bisnis tersebut mendatangkan keuntungan atau tidak.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait