Persaingan Bisnis Ponsel yang Makin Panas

Indonesia berdasarkan survei Nielsen selalu berada pada posisi puncak ataupun paling tidak berada di urutan ke dua sebagai masyarakat yang paling gemar berbelanja. Dan untuk belanja produk-produk teknologi juga menjadi barang yang paling diminati masyarakat tanah air, satu diantaranya adalah ponsel atau smartphone.

Bisnis penjualan ponsel cerdas di Indonesia tampaknya terasa makin panas. Mengapa dikatakan makin panas? Karena memang kompetisi penjualannya  semakin ketat bagi para produsen ponsel cerdas tersebut.

PERSAINGAN HP
Berikut ini adalah data yang dirangkum oleh Bloomberg Business Week yang mendeskripsikan komposisi penjualan ponsel pintar pada kuartal pertama tahun 2015. Mayoritas penjualan smartphone masih dipimpin oleh vendor asal Korea Selatan, yakni Samsung yang menguasai 27,8% untuk penjualan ponsel pintar pada kuartal pertama tahun 2015. Samsung masih bergerak menguasai hampir dua kali lipat dibandingkan yang dipegang oleh Apple Inc. Produsen smartphone asal Amerika Serikat tersebut menguasai atau melakukan penjualan produk sebanyak 19,9%. Salah satu yang menjadi andalan adalah produk iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. 

Di peringkat tiga besar adalah produsen asal China, yakni Huawei sebesar 7% market share. Huawei secara konsisten mulai meramaikan pasar dan memang selalu membayangi di posisi 3 atau 4. Produsen asal Korea Selatan, yakni LG berada di urutan berikutnya dengan penguasaan pangsa pasar sebanyak 6,2%, kemudian Lenovo sebanyak 6%. Ketiga produsen tersebut lebih bermain di segmen menengah dengan manuver atau inovasi teknologi yang juga tidak kalah dengan Samsung dan Apple yang memang telah merajai pasar dengan brand mereka.

Selanjutnya adalah data mengenai pengapalan ponsel cerdas di tahun 2014, yakni sebanyak 1,16 miliar unit atau naik sebesar 25,9%. Jika dilihat lebih cermat, data menunjukkan penjualan produk Apple mencapai penjualan 191,3 juta unit dan Samsung berhasil memasarkan produknya sebanyak 326,4 juta unit di tahun 2015. Data berikutnya adalah pengapalan ponsel global versus ponsel lokal. Ponsel global maksudnya adalah handphone yang dirakit di luar negeri, sementara untuk lokal adalah yang dirakit di dalam negeri. Perbandingan pengapalan ponsel lokal dengan ponsel global adalah 17% berbanding 83% pada tahun 2013, kemudian meningkat pada tahun 2014 menjadi 34% berbanding 66%. 

Data pengapalan ponsel berdasarkan rentang harga diketahui bahwa yang paling mendominasi adalah produk dengan harga menengah ke bawah, yang harganya dibawah 150 dolar amerika per unit. Dan tampaknya pilihan konsumen cenderung membeli produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan ponsel cerdas dengan harga yang lebih mahal.

Hasil lain dari survey yang dilakukan oleh Bloomberg juga menunjukkan bahwa ternyata ponsel mahal masih menjadi primadona di Indonesia karena mampu meningkatkan gengsi. Blackberry Porsche yang dibandrol dengan harga 22,99 juta rupiah, Samsung Galaxy S6 (12,49 juta rupiah), iPhone 6 Plus (12,99 juta rupiah), Oppo N1 (7,99 juta rupiah), dan HTC One (8,89 juta rupiah) juga cukup laris di pasar Indonesia.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait