Minimnya Perusahaan Startup Pendidikan di Indonesia

Start up bidang pendidikan belum banyak dilirik pengguna, padahal dapat mengubah metode belajar menjadi lebih interaktif. Sejumlah kalangan menilai perusahaan start up perlu dikembangkan untuk bidang pendidikan. Start up atau perusahaan baru di bidang teknologi informasi yang menggunakan media internet semakin berkembang di Indonesia. Berbagai ide kreatif diramu menjadi sebuah aplikasi atau web konten. Namun baru sedikit yang menggarap bidang pendidikan meskipun potensinya sangat besar. 

Clevio.co adalah salah satu start up yang memberikan wadah bagi anak-anak membuat program komputer. Clevio menciptakan aplikasi cerdik dari teknologi praktis untuk mengungkit kapasitas alami manusia untuk mencapai lebih baik.

startup pendidikan
Ada lagi startup pendidikan Squline.com yang memfasilitasi belajar bahasa Inggris dan Mandarin. Dari sisi keuangan, bisnis ini juga menarik investor. Menurut pengakuan pendiri Squline.com yang bernama Tomy Yunus mengatakan, "Untuk modal development pertama, kita siapkan modal sekitar 100 juta rupiah, lalu kemudian kita dapat investment dari Angel Private Equity untuk marketing expousionnya. Sampai sekarang kita telah mendapatkan 4.500 user."

Startup pendidikan di Indonesia masih tergolong sedikit. Menurut Edtech Indonesia baru sekitar 40 startup bidang pendidikan yang berdiri di tanah air. "Kami ingin juga menunjukkan kepada pasar Indonesia,  bahwa kita punya produk dan layanan startup education teknologi yang tidak kalah bagusnya. Itu merupakan semangat yang pertama. Dan kedua adalah kita terkesan dengan pernyataan Anies Baswedan bahwa negara kita ingin para siswanya dan penduduknya tidak hanya menjadi konsumen, maka dari itu Edtech Indonesia sebagai komunitas pelaku start up pendidikan di Indonesia, ingin memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa kita punya potensi," ucap Herry yang merupakan inisiatif Edtech Indonesia.

Selain perlu budget marketing yang memadai untuk berkembang, pertumbuhan startup pendidikan perlu juga mendapat perhatian pemerintah untuk memberikan proteksi pada startup yang mendukung edukasi. Tidak lama lagi program komputer akan menjadi mata pelajaran ilmu pasti ke 4, setelah matematika, fisika dan kimia. Perlu dukungan semua pihak, agar Indonesia berkembang melalui metode pendidikan yang mengandalkan teknologi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait