Meraup Untung dari Usaha Rekondisi Furniture Bekas

Siapa bilang barang-barang bekas tak punya nilai jual tinggi. Di Jember - Jawa Timur, furniture bekas seperti lemari, mebel, tempat tidur, meja dan kursi diperbaiki sehingga layak dipakai dan kembali mempunyai nilai jual. Rata-rata furniture bekas ini kondisinya sudah di bawah 70 persen bahkan tak jarang ada yang kondisinya di bawah 50 persen. Setelah diperbaiki,  mebel-mebel bekas yang diperoleh dari pengepul dan langsung dari warga ini dicat ulang agar menjadi lebih menarik dan tampak seperti produk baru.

Salah satu pengusaha jual beli mebel dan furniture bekas di Jember adalah Sukandar. Mebel dan furniture lain hasil olahannya dipasarkan ke berbagai wilayah, seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, bahkan ke Bali dan Surabaya. Makanya tak heran, jika usaha yang telah digelutinya sejak tahun 2005 ini bisa menghasilkan omset hingga 10 juta rupiah per bulan.

usaha mebel bekas
Mebel-mebel hasil perbaikan atau biasa disebut rekondisi ini dijual dengan harga terjangkau, mulai dari 200 ribu hingga 2 juta rupiah, tergantung jenis, kualitas, serta usia barang. Umumnya semakin tua usia furniture tersebut, harganya semakin mahal, karena biasanya jenis kayu yang digunakan oleh furniture - furniture lama memakai kayu berkualitas bagus. Namun yang pasti, harga mebel dan produk furniture rekondisi tersebut jauh lebih murah dibanding mebel baru. Bahkan selisih harganya bisa mencapai 50 persen. Selain karena harganya yang lebih "miring", kualitas kayu yang lebih bagus dan lebih kuat membuat mebel daur ulang ini tak pernah kehilangan pembeli.

Selain Bapak Sukandar, pengusaha furniture bekas yang juga sukses membangun bisnis memanfaatkan kayu-kayu bekas dan mengubahnya menjadi mebel antik nan unik adalah Bapak Irianto, pemilik Cipta Graha Art. Pengusaha asal kota Probolinggo ini telah memulai usaha rekondisi produk furniture tua sejak tahun 2006 silam. Alasan ia terjun ke bisnis ini adalah berawal dari ketertarikannya pada barang antik dan hobinya mendesain. Produk daur ulang aneka furniture miliknya ternyata lebih banyak diminati oleh luar negeri, seperti Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat.

Kesan klasik dan alami menjadi daya pemikat bagi orang-orang di luar negeri. Produk furnitur daur ulang buatan bengkel kerja Cipta Graha Art dijual mulai dari 75.000 rupiah untuk jenis piguran, sedangkan untuk produk set meja, kursi, dan lemari dipasarkan dengan harga 5 jutaan rupiah. Melalui bisnis daur ulang tersebut, Irianto mampu menghasilkan margin keuntungan sekitar 30%—40%.

Menurut salah seorang pelaku usaha rekondisi furniture, untuk sukses dalam bidang usaha ini, hal yang paling wajib diperhatikan adalah pada bagian finishing, seperti pendempulan dan pengecatan. Beberapa bagian perlu dipertahankan keasliannya, dan selebihnya harus dipermak ulang agar terlihat baru dan fresh. Dengan cara ini, konsumen akan lebih tertarik untuk membeli dan tidak memandang remeh produk-produk daur ulang tersebut.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait