Mengintip Modal dan Rahasia Kesuksesan Tokopedia.com

Salah satu tempat untuk belanja online adalah di Tokopedia.com. Situs ini merupakan sebuah perusahaan rintisan (start up) tempat jual beli secara online yang berpusat di Jakarta. Perusahaan ini berdiri pada Februari 2009 oleh William Tanuwijaya bersama Leontinus Alpha Edison, dan peluncuran situsnya dilakukan tepat pada hari kemerdekaan RI, yakni 17 Agustus 2009. Dalam operasional bisnisnya, mungkin kita sering bertanya-tanya, dari mana perusahaan perintis ini mendapatkan dana?

William Tanuwijaya yang merupakan CEO Tokopedia telah membeberkan rahasia bagaimana perputaran pendanaan di toko onlinenya. Mulai dari dana untuk proses perkembangan situs hingga raihan keuntungan dari sistem yang tidak berbayar yang diterapkan kepada para penggunanya. Setiap tahun, perusahaan start up Tokopedia.com ini memperoleh bantuan suntikan dana dari para pemodal ventura dunia. Misalnya pada bulan Oktober 2014 lalu, Tokopedia mendapatkan bantuan dana sebesar 100 juta dolar amerika dari SoftBank Internet & Media dan Sequoia Capital.

belanja online tokopedia
Dana investasi yang diberikan kepada  Tokopedia tersebut kemudian digunakan untuk biaya pengembangan dan memperbaiki berbagai kekurangan yang masih terdapat pada layanan dan fitur di Tokopedia. Dengan demikian, diharapkan nantinya Tokopedia ini dapat menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan secara terbuka. Sehingga ketika nilai perusahaan Tokopedia mengalami peningkatan di atas nilai saat para investor memberikan dananya, maka pada masa itulah mereka memperoleh keuntungan.


Setelah digunakan untuk pengembangan marketplace, kucuran dana yang diterima oleh perusahaan Tokopedia juga dimanfaatkan dan dikelola untuk memastikan bahwa setiap transaksi baik oleh penjual maupun pembeli yang berlangsung di Tokopedia tetap tidak berbayar alias gratis.

“Seperti yang diketahui bahwa membangun situs harus ada biaya kepada pihak bank untuk setiap transaksi dengan menggunakan metode pembayaran tertentu. Di sini lah Tokopedia memberikan subsidi,” papar William seperti yang dikutip dari kontan.co.id

Hal ini tentu sedikit agak berbeda, jika pengguna memakai pembayaran dengan kartu kredit, dimana biaya MDR tidak mampu disubsidi sepenuhnya oleh Tokopedia. Oleh sebab itu, sebagian beban biaya transaksi tersebut dibebankan kepada pembeli lewat biaya administrasi. Namun dari sisi penjual sama sekali tidak terkena tambahan beban ini. Strategi bisnis ini diterapkan William agar mampu memberikan hal terbaik bagi pengguna di Tokopedia sehingga sedapat mungkin tetap mudah dan gratis. Inilah yang menjadi satu prinsip kuat bagi Tokopedia.com sehingga ke depannya tetap tidak berbayar.

Lalu, dari manakah Tokopedia memperoleh keuntungan? 
Sebagai sebuah perusahaan yang berorientasi pada bisnis, tentu toko online yang telah beroperasi enam tahun ini pun fokus untuk memperoleh profit. Konsep Tokopedia sebenarnya terinspirasi oleh sosial media seperti Facebook dan situs pencarian terbesar di dunia yakni Google yang menawarkan konten gratis alias freemium untuk bisa digunakan oleh semua orang, tetapi mereka mendapatkan keuntungan dari kerjasama dengan pihak lain yang cocok dengan bisnis model yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut.

Berkaca pada hal tersebut, keuntungan bisnis tersebut didapat Tokopedia.com dengan menyediakan pilihan Gold Merchant untuk penjual yang ingin jadi sponsor di Tokopedia. Selain itu, Tokopedia juga menyediakan fitur topads bagi para merchant yang bersedia membayar untuk memperoleh fitur tambahan mempromosikan produknya. Menurut William, cara ini mirip seperti sistem subsidi silang yang bertujuan mempertahankan sumber penghasilan dan tetap memastikan selalu ada ruang Tokopedia yang sifatnya gratis bagi para penggunanya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait