Menghasilkan Duit dari Usaha Kerajinan Kulit Telur

Dengan sedikit kreativitas, cangkang - cangkang telur yang biasanya kita buang begitu saja, dapat dibentuk menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, misalnya lukisan dari kulit telur ataupun sebaliknya telur yang dilukis cantik. Beragam motif rumit, seperti wajah hewan, tokoh terkenal, hingga candi borobudur, sengaja dibuat agar menambah nilai keindahan dan nilai jual dari produk kerajinan telur ini. 

Proses pembuatan produk kerajinan dari kulit telur ini dimulai dari pemilihan cangkang yang masih utuh dan memiliki struktur yang kuat. Kemudian cangkang digambar sesuai dengan pola yang dikehendaki. Proses selanjutnya barulah cangkang diukir dengan menggunakan mesin bor khusus. Rata-rata harga produk kerajinan telur buatan Budiarso Aka, warga Muntilan - Jawa Tengah ini dibandrol dengan harga delapan ratus ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitannya.

kerajinan kulit telurBerbeda dengan Mas Budi, kulit telur yang notabene adalah sampah, ternyata diolah untuk mempercantik barang kerajinan. Salah satunya, guci hias yang dibalut dengan pecahan kulit telur. Pengerajin yang memanfaatkan kulit telur untuk mempercantik Guci agar tampil unik hingga memiliki nilai ekonomi adalah Bambang Triyanto.

Pemilik Gabah Handycraft ini menggunakan kulit telur sebagai penghias guci buatannya. Bambang yang pernah bekerja di produsen keramik asing ini mulai menggeluti pembuatan guci kulit telur sejak 2004. Dengan banderol harga mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 300.000, ia berhasil meraih omset 50 jutaan rupiah per bulan. Selain pembeli lokal, beberapa produk kerajinannya juga sudah diekspor ke Jepang.

Dalam penggarapannya, pemakaian kulit telur untuk bahan finishing atau penghias guci cukup mudah dilakukan, namun memerlukan kecermatan dalam pemilihan warna telur. Langkah awal, kulit telur harus direbus terlebih dahulu untuk membersihkan dan memisahkan dengan kulit arinya, kemudian dijemur. Setelah benar-benar kering, kulit telur tersebut siap ditempelkan dengan lem pada guci yang akan dihias.

olahan cangkang telur
Di tempat lain, pengusaha yang juga memanfaatkan kerak telur adalah Titik Shavieq. Pengerajin kulit telur asal Solo ini ternyata lebih memilih kulit telur puyuh, ketimbang menggunakan kulit telur bebek atau ayam untuk menghiasi barang kerajinannya. Alasannya karena coraknya cukup unik dan lebih bagus. Selain guci hias, produk kerajinan yang ia permak dengan kulit telur diantaranya lampu hias, asbak, tempat tisu, dan tempat lilin, karena semua kerajinan tersebut cukup diminati, baik wisatawan lokal maupun asing.

Sejak bergelut pada usaha ini tahun 2006 dengan modal awal sekitar 3 jutaan rupiah, kini Titik mampu membuka gerai di Jalan Untung Suropati, Pasar Kliwon, Solo, dengan produk favorit berupa kerajinan guci hias dan lampu hias kulit telur seharga Rp 75.000 hingga Rp 600.000. Omsetnya pun mencapai 5-10 juta rupiah per bulan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait