Lumio, Buku Lampu Inovatif Buatan WNI

Max Gunawan, sosok seorang anak muda yang lahir dan besar di Jakarta, berhasil mewujudkan mimpinya untuk membuat produk yang dapat memberi manfaat bagi banyak orang. Di Amerika Serikat dia berhasil menciptakan alat multifungsi dan memiliki nilai estetika tinggi. Produknya berhasil memperoleh dana dari situs pendanaan bersama, Kickstarter.

"Menurut saya, proses yang paling sulit adalah menemukan ide yang sederhana, bagaimana kita dapat menyederhanakan hingga ke inti produknya. Saya ingin menciptakan sesuatu yang sederhana dan fungsional", ucap Gunawan kepada media.

lampu buku lumio
Berkaca pada cita-cita tersebut, maka lahirlah Lumio, yakni lampu yang dapat dilipat seperti buku dan bisa digunakan dimana saja dengan memakai baterai yang dapat bertahan selama 8 jam. Pengguna dapat menggunakan Lumio dengan mudah, cukup buka Lumio layaknya membuka buku, maka lampunya akan menyala terang benderang. Sudut rentangan buku lampu yang unik tersebut dapat mencapai 180 derajat (membentuk lingkaran) sehingga akan dapat terlihat seperti bola lampion. Lumio dilengkapi oleh magnet yang kuat pada permukaan kovernya, sehingga dapat ditempelkan dengan mantap di permukaan metal. Dengan Lumio, pengguna bisa mendapatkan cahaya lebih mudah dengan cara yang elegan di mana pun mereka berada. Sang penciptanya adalah Max Gunawan, seorang warga Indonesia asal Jakarta yang telah 16 tahun menetap di Amerika. Sebelum berprofesi sebagai arsitek, ia meninggalkan pekerjaannya di akhir tahun 2012 untuk menekuni bisnis desain produk dan mendirikan Lumio. 

"Sebagai orang Indonesia, kita senantiasa dididik untuk memiliki pekerjaan. Jadi menyeramkan saat memutuskan untuk keluar dari pekerjaan, bagaimana kalau saya gagal, tapi tidak ada pilihan lain, saya tidak bahagia dengan pekerjaan saya, jadi saya melakukannya bukan tanpa rasa takut", tutur Max menceritakan pengalamannya. 

Max mendapatkan modal pertamanya melalui situs pencari modal Kickstarter pada awal tahun 2013. Dalam sebulan ia berhasil mengumpulkan modal dari para backer (investor) hampir sekitar 600 ribu dolar dari 5.000 backer, yang artinya 10 kali lipat dari target modal awal. Keberhasilannya tersebut menarik perhatian sebuah acara reality show di jaringan televisi ABC Shark Thank yang tayang pada jam utama. Pada acara tersebut Max Gunawan memperkenalkan Lumio kepada lima investor untuk mendapatkan tambahan suntikan modal usaha. Ia akhirnya berhasil mendapatkan simpati kelima juri tersebut yang ingin ikut berinvestasi. 

"Menurut saya, sederhana saja. Kalau kita gugup, orang dapat mengetahuinya dari jauh, tapi kalau kita yakin dengan yang kita presentasikan, maka itulah yang terpenting".

Dalam waktu satu jam saat acara tv tersebut ditayangkan, penjualan Lumio langsung terdongkrak dan banyak dilirik perusahaan-perusahaan lain, dan ternyata sekaligus juga memunculkan produk-produk serupa yang ditawarkan dengan harga lebih murah oleh para penjiplak. Menghadapi tantangan tersebut, Max mencoba untuk tetap fokus melakukan inovasi. 

"Biarkan saja para peniru, mereka akan selalu ada, kalau kita terus memikirkannya, maka akan capek sendiri dan tidak bisa berkembang. Kita harus menemukan produk yang lebih inovatif dan terus menciptakan penemuan-penemuan yang baru."

Keberhasilan tak membuat Max berhenti, ia akan meluncurkan versi mini Lumio yang juga dapat dipakai sebagai charger untuk ponsel. Bagi Max Gunawan, kesuksesan bukanlah sesuatu yang statis, itu hanya sementara. Hanya karena telah sukses, jangan sampai lengah. Demikian juga bila belum berhasil, tak berarti selamanya akan demikian, coba dan coba lagi, tetap gigih, karena kegigihannya itu yang amat penting. Max merasa bahwa mencari uang bukanlah tujuan utamanya. Sepanjang ia merasakan kebahagiaan dan dapat mempertahankan bisnis, membangun dan menciptakan produk baru yang bermanfaat, itu lebih akan memuaskannya. 

Demikianlah sepintas kisah perjalanan hidup seorang warga negara Indoesia yang sukses membangun karir dan bisnis di Amerika Serikat dengan bermodalkan kreatifitas dan pantang menyerah. (Referensi: hellolumio.com)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait