Langkah-langkah Menggeluti Usaha Food Photography

Apa yang biasanya anda lakukan saat makanan yang anda pesan dihidangkan di atas meja makan Anda? Foto foto??? Ternyata Anda bukanlah satu-satunya yang melakukan hal itu. Saat media sosial seperti instagram mulai digemari, banyak orang berlomba-lomba membuat foto makanan untuk diunggah ke akun media sosial mereka. 

Nah, jika yang lain hanya sekedar hobi, tidak dengan Leorance. Lewat situs makanmana.net, warga Medan (Sumatera Utara) ini merintis sebuah blog kuliner bersama dua rekannya, Boby dan Harry sejak tujuh tahun yang lalu. Tulisan dan foto mereka yang diupload ke blog, ternyata mampu menarik minat para pemilik restoran di Medan untuk memanfaatkan jasa mereka. Maka sejak satu tahun yang lalu,  Leo dan Boby pun fokus menjadi food fotografer atau bisnis foodtograf, serta mendirikan savorsnap yang merupakan sebuah jasa fotografi kuliner.

fotografer makanan
Kamera DSLR, tripod, dan lampu siap digunakan untuk memotret. Agar hasilnya memuaskan, pemotretan biasanya dilakukan ditempat klien. Sebelum pemotretan, Leo dan Boby terlebih dahulu merumuskan konsep dengan klien. Tak jarang mereka juga memantau proses pembuatan makanan di dapur dan meminta bantuan para juru masak. "Tantangannya, ya mungkin banyak yang harus dipelajari dari cara mengerti budaya dari masakan itu, dari konsep yang ingin dicapai, dan juga kita harus selalu update dengan teknologi terutama dalam bidang fotografi", ungkap Leo seperti dikutip dari Net TV.

Industri kuliner Medan terus berkembang.  Banyak pengusaha kuliner mulai memperhatikan tampilan makanan mereka, terutama di brosur dan pada daftar menu makanan. Salah seorang pengusaha restoran, Benny mengungkapkan, "Kami melihat pertumbuhan pembeli yang mulai memilih makanan dari sajian foto-foto pada menu, yang secara visual sudah cukup terjelaskan".

Tarif jasa pemotretan yang dipatok Leo dan rekannya berkisar antara 5 juta hingga puluhan juta rupiah, disesuaikan dengan anggaran, jumlah menu dan lamanya waktu pemotretan. Berkat kerja kerasnya, dalam sebulan Leo dan Boby bisa mengantongi omset jutaan rupiah.

Apakah anda tertarik mengikuti jejak mereka, yang bisa menghasilkan uang dari hobi? Sebagai seorang food photography (fotografer makanan), anda harus bisa menghasilkan gambar-gambar yang berkualitas bagus sehingga dapat berfungsi sebagai sarana media promosi. Dengan sentuhan artistik, anda wajib menjadikan makanan-makanan yang bercita rasa spesial tersebut semakin terlihat istimewa dan menggugah selera di mata konsumen. Hal ini akan berdampak pada peningkatan minat calon pelanggan untuk datang mencicipi makanan di tempat klien Anda.

Langkah-langkah persiapan yang perlu anda lakukan untuk menjadi fotografer makanan profesional antara lain:

  1. Yang pertama dilakukan adalah melengkapi berbagai peralatan fotografi. Gunakan kamera berkualitas terbaik untuk hasil maksimal. 
  2. Tingkatkan kemampuan dan pemahaman Anda seputar dunia fotografi, mulai dari pencahayaan, teknik pemotretan, dan sebagainya. 
  3. Mengertilah nilai rasa dan nilai visual sebuah sajian makanan. Jadikan diri anda sebagai calon konsumen.
  4. Pekerjakan pegawai yang andal untuk membantu Anda dalam mengerjakan tugas klien Anda. Kadang kala anda juga membutuhkan kerjasama dengan seorang food stylist untuk menata hidangan makanan.
  5. Mulailah memasarkan bisnis food photography Anda melalui berbagai cara, seperti brosur, media sosial, blog, dan sejenisnya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait