Kondisi Industri Jamu Tradisional Indonesia

Para pengusaha jamu meminta pemerintah menaikkan posisi industri ini setara dengan batik. Bisnis jamu dinilai sebagai industri padat karya karena mampu menyerap 15 juta tenaga kerja, mulai dari petani hingga penjual jamu gendong. Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional mengeluh di depan Presiden Joko Widodo. Kebijakan pemerintah pusat yang mendorong kampanye minum jamu ternyata belum dilaksanakan di tingkat daerah. 

Sebagai warisan budaya turun-temurun, menurut para pengusaha pun menginginkan posisi jamu setara dengan industri batik, terutama dalam hal promosi usaha. Selain itu, pengusaha juga semakin ketar ketir dengan seratnya pasokan bahan baku dan kencangnya peredaran jamu kimia.

pedagang jamu
Sebagai konsumen jamu, Presiden Joko Widodo mengakui sangat memahami sulitnya produk makanan dan minuman jamu menembus pasar ekspor. Namun presiden berjanji bahwa pemerintah akan membantu menciptakan iklim usaha yang baik bagi pebisnis jamu. Saat ini ada sekitar 1.166 anggota perusahaan jamu yang didominasi oleh perusahaan kecil.

Pada tahun 2015, omset industri jamu diprediksi mencapai 15 triliun rupiah, termasuk minuman berenergi, komestik tradisional, dan produk spa. 

Pengusaha berharap, jamu yang merupakan produk asli Indonesia tidak tergilas oleh serbuan produk kimia instans. Industri jamu termasuk industri masuk golongan padat karya karena menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari petani sampai pelaku jamu gendong.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait