Kisah Sukses Pengerajin Lukisan dari Batang Jerami

Selama ini jerami hanya dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan seperti pakan ternak, pelapis lantai kandang, atau atap bangunan, dan bahkan jerami hanya dibuang begitu saja di tegalan. Namun di tangan Febrantonius Sinaga, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, jerami bisa menjadi produk kerajinan bernilai jual yang tinggi.

Sejak 7 tahun lalu, pria kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara ini sudah menggeluti profesinya sebagai pelukis jerami. Berawal dari tugas sekolah saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dan modal awal Rp 40.000, Antonius pun serius menekuni strafolection arts hingga saat ini.

lukisan dari jerami
Untuk membuat sebuah lukisan jerami, ayah satu anak ini memerlukan jerami khusus yaitu jerami ramos atau jerami jarum yang didatangkan langsung dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Ukuran jerami ini lebih besar dari biasanya, serta mampu bertahan hingga puluhan tahun tanpa pudar. Agar karyanya berbeda dan memiliki muatan budaya, Antonius pun menggunakan ulos atau kain tenun khas Batak sebagai kanvas atau dasar lukisan. 

Selain jerami dan ulos, beberapa peralatan harus  disiapkan sebelum memulai proses pembuatan, seperti pensil, gunting, kuas, lem, triplek, dan kertas. Proses pembuatan lukisan jerami ini dimulai dengan membuat pola dasar pada secarik kertas. Sisi jerami dibelah dan diratakan dengan triplek agar lurus. Kemudian tempelkan pada kertas pola dan potong sesuai pola yang sudah dibuat. Selanjutnya potongan jerami ditmpelkan pada triplek yang sudah dilapisi ulos. Dan langkah terakhir, jerami yang sudah berbentuk lukisan diberi cat vernis agar terlihat lebih mengkilap. 

produk kerajinan hiasan dinding jerami

Satu hal yang harus diperhatikan adalah teknik menempel jerami. Jika ditempelkan horizontal, jerami akan berwarna coklat, sedangkan jika ditempelkan vertikal warna jerami akan terlihat menjadi kemasan.

Untuk mengerjakan sebuah lukisan seperti ini, dibutuhkan waktu antara empat hari hingga 1 bulan tergantung ukuran lukisan dan tingkat kerumitannya. Harga lukisan jerami karya Antonius bervariasi, mulai dari 2 juta rupiah hingga 15 juta rupiah. Sementara untuk pemasarannya, Antonius memilih lewat internet sehingga bisa menjangkau luar daerah bahkan mancanegara. Warga China, Amerika, Singapore, dan Jerman adalah beberapa negara yang sudah pernah membeli lukisan jerami ini. Berkat kerja kerasnya, Antonius mampu meraup untung hingga sepuluh juta rupiah perbulan. (Sumber Net TV)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait