Investasi Reksadana dengan Modal 100 Ribu Rupiah Saja

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana kelolaan reksadana terus meningkat. Hingga akhir bulan Desember 2014, kelolaan reksadana mencapai 239,93 trilliun rupiah, sedangkan tahun ini potensi kenaikan harga obligasi dan reksadana diprediksi cukup tinggi, meskipun dengan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed. Lalu bagaimana peluang keuntungan berinvestasi di reksadana pada tahun ini?

Apa sebetulnya reksadana itu dan kenapa harus berinvestasi di reksadana?
reksa dana
Reksa dana merupakan suatu wadah yang dipergunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang kemudian akan diinvestasikan ke dalam portofolio efek dan dikelola oleh manajer investasi. Jadi di bisnis reksadana itu, pengelola mengumpulkan dana dari masyarakat untuk diinvestasikan yang sesuai dengan tujuan investasinya, dan biasanya reksadana ini untuk sebagai sarana investasi jangka panjang. Untuk tinjauan yang lebih lengkap, silakan baca "Mengapa memilih investasi reksa dana?

Apa saja jenis produk reksadana yang ada di market saat ini?
Ada bermacam - macam reksadana, dari mulai yang paling rendah resikonya misalnya reksadana terproteksi, kemudian ada reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap yang diinvestasikan di obligasi, dan juga reksadana campuran. Sedangkan yang paling tinggi 'risk & return'nya adalah reksadana saham.

Seperti apa sih potensi keuntungan berinvestasi di reksadana jika dibandingkan dengan produk investasi lain seperti emas ataupun deposito?
Mungkin sebelum menjawabnya, kita harus bedakan antara deposito dan reksadana. Reksadana itu bukan merupakan pengganti dari deposito. Setiap orang harus harus mempunyai deposito dulu baru kemudian berinvestasi di reksadana. Kalau berbicara tentang investasi, tentu hal itu ada bermacam-macam sarana untuk berinvestasi, misalnya ada properti, ada emas, ada investasi barang seni, dan termasuk juga investasi reksadana. Reksadana adalah investasi di pasar keuangan yang mempunyai karakteristik yang tentunya sangat berbeda dibandingkan dengan investasi lainnya.

Sebelum memutuskan berinvestasi, banyak orang yang mencari dan mengutamakan tingkat keamanannya. Lalu, apakah berinvestasi di reksadana tersebut cukup aman?
Bisnis investasi reksadana diatur oleh Undang-Undang Nomor 8 tahun 1996 tentang pasar modal. Jadi dimana sudah dipisahkan pengelolaan reksadana tersebut. Reksadana dikelola oleh dua pihak yaitu manajer investasi yang tugasnya hanya melakukan investasi, dan pihak kedua adalah bank kustodian yang bertugas untuk menjaga aset dan menghitung nilai aset tersebut. Jadi kalau bicara keamanan, maka reksadana adalah produk yang relatif aman. Jadi uang atau dana yang dikelola dari masyarakat itu tidak mungkin hilang, tapi yang mungkin harus dihadapi adalah fluktuasi nilai aset tersebut (naik atau turun). Misalnya kita berinvestasi di reksadana saham, maka korelasinya akan sangat tinggi terhadap indeks harga saham. Hal itulah yang harus dicermati dalam melakukan investasi di reksadana. 

Untuk warga masyarakat yang ingin berinvestasi di reksadana, berapa batas minimal dana yang harus dimiliki? 
Reksa dana sendiri sekarang ini sudah didesain untuk masyarakat kebanyakan (umum), jadi banyak reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi bisa dibeli atau diinvestasikan mulai dari 100 ribu rupiah, yang penting kita harus berinvestasi secara reguler dan disiplin.

Di mana tempat membeli reksadana?
Reksa dana dapat anda beli secara langsung dari lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksa dana, yakni manajer investasi (MI). Keuntungan membeli langsung melalui MI biasanya jumlah investasi yang lebih terjangkau dan biaya yang lebih murah. Beberapa MI yang ada di dalam negeri telah menawarkan produk reksa dana dengan minimal pembelian sebesar Rp100-250 ribu saja. Hanya saja, jika pembelian melalui Manajer Investasi, pilihan produk reksa dana yang tersedia masih terbatas karena hanya menjual produk reksa dana yang dikelola oleh MI tersebut.

Jika Anda masih ragu atau tidak tahu pihak Manajer Investasi, maka anda juga dapat membeli reksa dana melalui bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa dana (APERD). Kelebihan membeli reksa dana melalui bank penjual adalah selain pilihan produk yang ditawarkan lebih banyak, Anda juga dapat membeli produk reksa dana dari pihak MI yang berbeda, ditambah adanya fasilitas auto debet yang mempermudah transaksi pembelian reksa dana. Namun, di sisi lain, beberapa reksa dana yang menjadi produk favorit atau unggulan mungkin tidak dijual di bank karena tidak ada kerja sama penjualan antara MI dengan bank tersebut.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait