Inilah Proyeksi Terbaru Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi salah satunya ditopang oleh konsumsi rumah tangga, dan yang menopang konsumsi rumah tangga tersebut, salah satunya adalah mereka yang usia produktif. Nah, pada postingan kali ini, kita akan lihat seberapa besar prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 dan di tahun 2016 yang baru saja dirilis oleh Bank Indonesia.

Jika dilihat dari depedensi rasio saat ini, Indonesia memang merupakan negara dengan bonus demografi yang sangat besar, dan diharapkan dengan usia produktif tersebut bisa memasuki populasi kerja dan tentunya ini akan bisa meningkatkan pendapatan apabila mereka banyak yang memperoleh pekerjaan layak. Mereka yang saat ini telah bekerja dan bisa mendukung konsumsi rumah tangga, akan dapat mendukung penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan jumlah kelas menengah. Sehingga pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Pada tahun 2015 ini, usia produktif di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan tahun - tahun sebelumnya.

proyeksi ekonomi indonesia
Seiring dengan perkiraan pemulihan kondisi ekonomi global yang terus berlanjut, prospek perekonomian Indonesia di tahun 2015 seperti yang diproyeksi oleh Bank Indonesia akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4 - 5,8 persen. Pertumbuhan itu didukung oleh berbagai komponen, antara lain peningkatan konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap domestik bruto, peningkatan ekspor dan impor barang / jasa.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diproyeksi sebesar 5,0 - 5,4 persen di tahun 2015 dan akan tetap sama di tahun 2016. Sementara itu, pertumbuhan pembentukan modal tetap diprediksi sekitar 6,5-6,9% di tahun ini, dan tahun 2016 meningkat di angka 7,0-7,4%. Perkiraan angka yang tinggi tersebut bukan tanpa alasan, sebab didukung oleh upaya pemerintah dalam meningkatkan efektivitas belanja negara dengan memperbesar alokasi belanja yang produktif, sehingga kucuran dana dapat lebih difokuskan pada peningkatan modal dasar pembangunan infrastruktur, dalam rangka meningkatkan daya saing dan juga kapasitas produksi. Komponen pendukung lainnya adalah adanya peningkatan aktivitas ekspor impor barang dan jasa. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan investasi pada tahun ini bernilai bagus. Proyeksi ekspor barang dan jasa di tahun 2015 meningkat dari tahun lalu dengan realisasi sebesar 1,5-1,9% dan di tahun 2016 nanti mencapai 4,3 hingga 4,7 persen. Ini sejalan dengan perbaikan ekspor mineral yang merupakan salah satu hal yang mendukung mengapa ekspor Indonesia akan semakin meningkat pada tahun ini, khususnya ekspor ke negara Amerika Serikat, Jepang, kawasan Eropa, dan juga India.

Impor di tahun tahun 2015 ini berada di posisi 1,5-1,9 persen dan tahun 2016 diproyeksi lebih tinggi lagi ini karena diperkirakan akan semakin meningkatnya pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Dari segi lapangan usaha, kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 masih ditopang oleh industri pengangkutan dan komunikasi, dimana di tahun ini dari sisi angkutan darat, proyek smelter diperkirakan dapat mendongkrak bisnis logistik terkait dengan meningkatnya kebutuhan pengangkutan komoditas tambang dari lokasi pertambangan smelter. Kemudian yang kedua adalah dari industri pengolahan yang diproyeksi bisa menyumbang 4,7 hingga 5,1 persen. Untuk bidang industri komunikasi juga diperkirakan akan mampu memberikan kontribusi karena kebutuhan akan jaringan komunikasi membuat kebutuhan terhadap data dan juga trafik akan terus bertambah, sehingga kondisi ini menunjukkan potensi besar bagi peningkatan kapasitas data dan komunikasi ke depannya.

Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tercapai sesuai dengan proyeksi-proyeksi tersebut? Kita lihat nanti!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait