Gurihnya Potensi Bisnis di Industri Sepak Bola Indonesia

Bisnis industri sepak bola di Indonesia pada saat ini tampaknya semakin menggiurkan, maka tak heran banyak taipan yang mulai memasuki industri ini,  apalagi disokong oleh fanatisme suporter yang memang sangat besar. Dalam satu musim saja, bisa menghadirkan lebih dari 100 kali pertandingan.

Namun pada saat ini, kondisi persepakbolaan profesional di Indonesia memang sedang mengalami kejatuhan dan ketidakpastian karena terhentinya QNB League yang sempat berjalan sekitar dua kali pertandingan dari 150 pertandingan yang direncanakan. Lalu bagaimana sebenarnya kisruh yang terjadi antara PSSI dan juga Kemenpora?

bisnis liga sepak bola indonesiaKemenpora membekukan PSSI karena pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI. Salah satunya adalah memberikan rekomendasi kepada dua klub yang dilarang untuk bermain. Sanksi larangan bermain tersebut diberikan kepada Arema dan Persebaya. Kedua klub tersebut dilarang untuk bermain atau ikut kompetisi liga karena adanya dualisme kepemilikan.

Badan Olahraga Profesional Indonesia menyatakan bahwa tidak direkomendasikan kedua klub tersebut disebabkan karena Arema maupun Persebaya pada saat ini memiliki dualisme kepemilikan. Arema pada awalnya dimiliki oleh sebuah yayasan yang menciptakan nama Arema Indonesia, namun belakangan muncul nama Arema Cronus. Persebaya juga memiliki nasib serupa, dimana memiliki dualisme kepemilikan, sehingga dua klub tersebut dianggap tidak memiliki hukum yang tetap. Berdasarkan hal itu, banyak pihak yang menilai wajar jika Kemenpora membekukan PSSI dengan tidak mengakui segala kegiatannya termasuk dari liga profesional yang dikelola oleh PT Liga.

Perlu juga diketahui bagaimana sebenarnya kerjasama antara PT Liga dengan BV Sports, pihak yang memiliki hak komersial dari ISL pada tahun 2013 hingga tahun 2023 dengan nilai kerjasama 1,5 triliun rupiah. Baru baru ini, BV Sports berhasil menggaet sponsor yaitu Bank QNB Indonesia yang kerjasamanya dari tahun 2015 - 2017. QNB rencananya pada 3 musim ke depan  diharapkan bisa membantu liga sepak bola berkembang dan juga diharapkan bisa menjadi langkah baru ataupun sejarah baru bagi Indonesia. 

Jika kita lihat dari era-era sebelumnya, liga sepak bola di Indonesia telah dimulai dari tahun 1994 hingga tahun 1996 yang pada saat itu dikelola oleh Liga Dunhill sebagai sponsor utama dan cukup melekat di hati masyarakat pecinta bola pada saat itu. Kemudian dilanjutkan oleh Liga Kansas yang berlangsung hanya sekitar satu tahun di tahun 1997. Pada tahun 1998, liga bola Indonesia mengalami fase vakum karena masalah politik dalam negeri yang tidak menentu sehingga pada akhirnya PSSI tidak bisa menjaring sponsor. Pada tahun 1999, PSSI berhasil menggaet sponsor dari Bank Mandiri dengan membentuk Liga Bank Mandiri hingga tahun 2004. Ini adalah kali pertamanya sponsor yang berasal dari industri perbankan. Kemudian gulir liga bola di Indonesia dilanjutkan oleh perusahaan rokok Djarum yang membentuk Liga Djarum dari tahun 2005-2012. Namun memang sempat dihentikan karena kebijakan pemerintah terkait pembatasan dari iklan dan promosi rokok tembakau.

Kini liga bola disponsori oleh QNB (Qatar National Bank). Namun siapa sebenarnya QNB tersebut, dan mengapa mereka ingin melakukan investasi di Indonesia? Sepak terjang QNB di ranah sepak bola tidak hanya di mulai dari Indonesia saja,  namun sebelumnya juga menjadi sponsor klub Paris Saint Jerman yang sebenarnya pemiliknya adalah orang Qatar sehingga memiliki kedekatan tersendiri. QNB menjadi sponsorship dari klub ini dimulai dari tahun 2011 hingga tahun 2017 mendatang. QNB juga mensponsori piala AFC. 

Liga sepak bola profesional di Indonesia memang memiliki potensi bisnis yang luar biasa. Hal ini sering menjadi pemicu perebutan  kepemilikan klub, kursi pimpinan, dan sebagainya sehingga dampak utamanya adalah kisruh yang sering terjadi. Semoga liga sepak bola Indonesia kembali bangkit dan stabil sehingga dapat memajukan dunia sepak bola Indonesia di kancah internasional.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait