Bisnis Pemasok Alat Peraga Otomotif untuk SMK

Salah satu ciri pembelajaran yang baik adalah siswa berkesempatan menggunakan media dan alat peraga. Pemanfaatan dan penggunaan alat peraga menjadi bagian yang cukup penting bagi para siswa, apalagi di sekolah kejuruan, untuk lebih memudahkan siswa dalam memahami materi ajar. Berkaca pada hal tersebut, Aris Joko Saraswo mencoba melebarkan sayap bisnisnya sebagai produsen dan suplier alat peraga bidang otomotif. Mengapa beliau memilih bidang otomotif? Karena hal tersebut merupakan keahliannya, dan selain itu juga sebagai komplemen usaha bengkel warisan ayahnya. Awal kisah perjalanan bisnisnya telah dimulai ketika ia kuliah. 

Keakrabannya pada dunia bengkel menuntun Aris mengambil kuliah di Politeknik ITB. Namun sayangnya, ketika ia tengah mengikuti masa study, sang ayah meninggal dunia. Situasi tersebut membuat Aris harus kembali ke Solo untuk melanjutkan usaha bengkel mendiang ayahnya.

alat peraga otomotif mesin
Ketika ia mengambil alih pengelolaan bengkel yang bernama Raswo tersebut, ternyata kinerja bisnisnya tak menunjukkan hasil yang diharapkan. Dugaan Aris, kemerosotan omset bisnis bengkel tersebut akibat dari ketidakpercayaan pelanggan terhadap dirinya sebagai pengelola yang baru. Setelah tiga tahun berupaya membangun kepercayaan konsumen, pria kelahiran tahun 1987 ini akhirnya mampu memperbaiki keadaan bisnis bengkelnya tersebut. 

Di pertengahan tahun 2007, Aris mulai melihat dan menyadari jika bisnis di sektor jasa yang ia garap selama ini kurang begitu menjanjikan untuk mendatangkan profit yang maksimal. Ia pun berupaya untuk menambah penghasilan dengan menggali peluang alat peraga otomotif (trainer mesin). Selama terjun di lapangan sebagai pengelola bengkel, Aris menyadari, bahwa apa yang didapatkan selama sekolah belumlah cukup. Apalagi, bila dikaitkan dengan perkembangan teknologi mobil. Tiap tahun perkembangan teknologi otomotif terus mengalami perkembangan sehingga sekolah butuh alat peraga yang sesuai dengan teknologi terbaru. Dengan begitu,  para siswa ketika telah lulus dari bangku sekolah, mereka sudah akrab dengan teknologi tersebut. Kebutuhan instansi sekolah otomotif terhadap alat dan media pembelajaran yang terkait dengan materi ajar menjadi peluang bisnis yang digarap oleh Aris.

Agar produk yang dihasilkan benar-benar tepat guna dan sesuai standar, Aris yang merupakan suami dari Sri Widiyani ini rela merogoh kantongnya untuk memperdalam ilmu tentang pembuatan alat peraga hingga ke China. Menurut Aris, negeri Tirai Bambu tersebut dalam industri alat peraga otomotif tengah berkembang pesat.

Selama menjalankan usaha bengkel, Aris menerima pelajar sebagai karyawan magang, sehingga hal ini dapat membangun koneksi kerjasama antara bisnisnya dengan pihak sekolah dan lembaga pelatihan lainnya. Pesanan pun datang dari sekolah yang anak didiknya magang di bengkelnya. Melalui situs www.raswo.com dan promosi dari mulut ke mulut, usaha alat peraga otomotif yang dilakoni Aris menjadi semakin terkenal. Menurut pengakuan Aris, produk-produk alat peraga miliknya lebih informatif. Jadi, hanya dengan melihat saja atau tanpa penjelasan guru, siswa akan lebih mudah memahami cara kerja suatu mesin.

Kualitas produk yang bagus membuat bisnisnya tumbuh dengan pesat.Bahkan, kenaikan produksi dalam setahun terakhir mencapai 100%. Kini, dengan karyawan 25 orang, pabrik alat peraga Bengkel Raswo bisa menghasilkan hingga 250 unit alat peraga setiap tahun untuk menjadi penyuplai alat-alat peraga otomotif bagi puluhan sekolah SMK di tanah air. Alat-alat peraga ini dijual dengan rentang harga Rp 6 juta–Rp 25 juta.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait