5 Kota Terbaik untuk Mengembangkan Bisnis Startup

Pengembangan berbagai riset dan penelitian merupakan salah satu pendorong perkembangan bisnis pemula atau startup. Saat ini tidak sedikit bisnis rintisan yang bisa berkembang menjadi raksasa bisnis dunia. Setelah Silicon Valley, London, dan New York, kini giliran negara-negara berkembang yang menjadi lokasi potensial bagi pengusaha startup. Kota-kota mana sajakah yang paling potensial untuk pebisnis pemula?

Ini adalah 5 kota di dunia yang menurut survei yang dilakukan oleh Lamudi Indonesia menunjukan bahwa kelima kota berikut merupakan tempat paling signifikan untuk perkembangan bisnis pemula (startup).

#1. Medellin
usaha startupPada posisi pertama terletak di negara Kolombia, yakni kota Medellin. Kota ini oleh The World Street Journal dan juga City Bank pada tahun 2012 lalu dinobatkan menjadi kota paling inovatif di dunia yang didasarkan jumlah akumulasi perusahaan yang ada di sektor teknologi dan startup yang berkontribusi hingga 7% terhadap pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. 

#2. Amman
Pada posisi kedua adalah Amman yang merupakan ibu kota Jordania. Amman merupakan kota yang dianggap paling murah untuk berbisnis. Hal ini didorong oleh berbagai kondisi, misalnya koneksi internet yang paling baik di kawasan Timur Tengah. Tidak hanya itu, pemerintah Jordan, khususnya di kota Amman sangat mensupport infrastruktur yang cukup signifikan sehingga perkembangan bisnis di kota ini cukup besar peningkatannya. Hal tersebut membuat kesenjangan atau gap yang terjadi antara sumber daya manusia dan sumber daya alam bisa teratasi. Itulah yang membuat kota Amman menjadi salah satu kota paling menjanjikan untuk bisnis pemula.

#3. Lahore
Kota Lahore
Pada urutan ke tiga adalah kota di negara Pakistan, yakni Lahore. Berbagai alasan yang menjadikan Lahore cukup signifikan untuk perkembangan perusahaan startup, diantaranya yang pertama adalah menyangkut dua pertiga populasi dari Pakistan merupakan anak anak muda yang berusia dibawah 30 tahun, sehingga menjadi potensi yang luar biasa yang dimanfaatkan oleh pemerintah dalam pemberdayaan bisnis.   Yang kedua terkait dengan infrastruktur yang dibangun begitu masif. Perpaduan antara potensi sumber daya manusia (generasi muda) dengan minat tinggi terhadap teknologi menjadikan Lahore sebagai salah satu kota yang dilirik oleh Microsoft untuk perkembangan bisnisnya.

#4. Jakarta
Di peringkat ke empat adalah kota Jakarta. Ibukota Indonesia ini menjadi salah satu tempat pertumbuhan startup yang cukup menjanjikan dikarenakan adanya beberapa hal penunjang, misalnya adalah pertumbuhan kelas menengah cukup signifikan, kemudian juga daya beli yang sangat tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia sendiri memiliki indeks kepercayaan konsumen yang salah satu tertinggi di dunia.

#5. Lagos
Posisi selanjutnya adalah kota Lagos di Nigeria yang merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di benua Afrika. Di sana juga tersedia kawasan khusus riset teknologi. Kalau di Amerika Serikat ada Silicon Valley, maka di kota ini ada kawasan Yabacon Valley yang merupakan tempat seluruh startup teknologi berkembang. 

Demikianlah lima kota terbaik untuk para pebisnis startup. Lalu kalau kita fokus pada perkembangan startup di Indonesia, maka untuk saat ini di Jakarta ada tiga bidang atau sektor bisnis yang paling banyak dilakukan yakni bidang travel, e-commerce, dan gaya hidup. Wilayah Indonesia yang berupa kepulauan dan masyarakatnya yang suka traveling menjadi alasan mengapa banyak startup yang melirik bisnis di sektor travel. Di sektor e-commerce atau belanja online yang tumbuh pesat di Jakarta dilatarbelakangi situasi kemacetan yang membuat masyarakat ibukota lebih memilih untuk membeli online. Hal ini menjadi daya pancing para pebisnis perintis untuk menggarap sektor belanja online. Sementara kemajuan gaya hidup masyarakat kota yang menuju arah modernisasi juga menjadi sektor yang difokuskan para pebisnis pemula.

Seberapa besarkah potensi pertumbuhan bisnis startup di Indonesia? 
Ada dua hal yang menjadi daya dorong atau pemompa perkembangan startup di Indonesia. Yang pertama adalah besarnya pengguna internet di Indonesia, yakni sebanyak 82 juta orang, meskipun dari total populasi masih relatif sedikit, di bawah 50 persen dan juga penggunaannya belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Tapi paling tidak, 82 juta orang yang menggunakan internet baik lewat komputer, smartphone atau pun gadget lainnya, menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan para pebisnis pemula. Daya dorong kedua adalah jumlah transaksi e-commerce yang terjadi di Indonesia cukup besar, dimana pada tahun 2013 mencapai 130 triliun rupiah dan diprediksi pada tahun 2016 akan meningkat sangat besar, lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 283 triliun rupiah.

Disamping ada potensi yang menjanjikan, ternyata startup di Indonesia ada juga hambatannya. Kendala startup yang patut diwaspadai antara lain masih minimnya investor yang ingin terjun ke sektor ini, dan juga jaringan infrastruktur yang masih belum bagus. Berkaca pada masalah tersebut, pemerintah menjanjikan akan membangun infrastruktur broadband plan hingga tahun 2019 nanti untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bisnis startup di tanah air. Semoga saja para talenta-talenta generasi muda Indonesia bisa membangun bisnis rintisan yang mampu bersaing di kancah internasional.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait