Potensi Bisnis Energi Baru Terbarukan Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral saat ini tengah fokus memprioritaskan pengembangan energi baru terbarukan melalui peningkatan jumlah anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2015. Saat ini, energi baru terbarukan belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mengembangkan energi baru terbarukan, Menteri ESDM, Sudirman Said akan mengajukan postur anggaran menjadi 10 triliun rupiah dalam APBN 2015 ini.

Dana sepuluh triliun itu akan digunakan untuk konservasi sebesar 1 triliun rupiah dan sebagian besar dipakai untuk memberikan stimulus kepada perusahaan BUMN dalam membangun pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan, seperti tenaga surya dan tenaga air.

energi baru Berdasarkan data Kementerian ESDM,  potensi energi baru terbarukan di Indonesia, terdiri dari: panas bumi mencapai 28,8 Gigawatt, energi bayu (angin) sebesar 950 Megawatt, tenaga surya sebesar 11 Gigawatt dan potensi tenaga air (energi hydro) sebesar 75 Gigawatt. Selain itu, ada juga energi biomasa 32 Megawatt dan biofuel sebesar 32 Megawatt, serta potensi energi laut sebesar 60 Gigawatt.

Kepada para wartawan, Menteri ESDM mengatakan, "Kementerian ESDM akan fokus pada pengembangan energi baru terbarukan, karena itu secara porsi jumlah yang akan dialokasikan keseluruhan maupun untuk porsi energi terbarukan akan meningkat tajam. Kita akan mengusulkan jumlah yang signifikan kenaikannya untuk membangun industrinya, dan membangun pasar supaya demand meningkat dan pasar meningkat, sehingga nanti lama lama industri energi itu juga masuk ke energi baru terbarukan.

Selama ini, hal itu belum cukup menarik. Kami sedang menghitung-hitung tahun depan kami akan mengajukan angka mungkin hampir dua kali lipat dari sekarang secara keseluruhan dari APBN 2015. Kita akan mengajukan 25 triliun, kemudian 10 triliun diantaranya adalah untuk energi baru terbarukan. Itu artinya naik 10 kali lipat untuk energi baru terbarukan dibanding dengan pengeluaran selama ini".

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait