Menuju Era Masyarakat Non Tunai

Baru-baru ini, perusahaan raksasa jasa pembayaran elektronik Mastercard menguji cara pembayaran mobile yang menggunakan jati diri pembayar. Teknologi canggih ini sedang di uji coba di negara Nigeria dan Afrika Selatan. Menurut pengakuan para pelaku industri pembayaran elektronik, masyarakat kawasan Afrika dan Asia memang lebih cepat mengadopsi metode pembayaran baru. 

Menurut pendapat seorang analis, negara-negara di kawasan tersebut bisa menyalip infrastruktur Eropa dan Amerika Utara. Negara-negara di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara bisa langsung meloncat ke pembayaran lewat ponsel.

non tunai
Sementara itu perkembangan di Amerika berdasarkan berbagai penelitian, menunjukan bahwa masih banyak warga Amerika yang memilih melakukan transaksi dengan tunai, apalagi bila nilai transaksi relatif rendah atau berbelanja dalam jumlah kecil. Sedangkan, bila nilai transaksi sudah menembus ratusan dollar atau jutaan rupiah, maka barulah warga Amerika memilih untuk melakukan transaksi secara elektronik, baik debit maupun kredit. 

Tapi tidak semua pihak setuju dengan penghilangn sepenuhnya transaksi tunai seperti yang telah terjadi di Swedia yang 90 persen transaksinya dilakukan secara elektronik.

"Begitu tidak ada pecahan uang tunai, maka setiap transaksi rawan dimonitor atau lebih parah lagi, disalahgunakan", kata seorang warga Amerika.

Sebuah studi menunjukkan meningkatnya jumlah transaksi elektronik ternyata menurunkan penggunaan cek, metode pembayaran yang sebelumnya banyak digunakan warga.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait