Kisah Dua Pemuda yang Sukses di Usia Belia

Berikut ini kam sajikan kisah inspiratif dua anak muda yang telah sukses di industri kreatif. Yang satunya pernah menjadi general manager Hard Rock Cafe termuda di Asia dan saat ini tengah membangun perusahaan kreatifnya sendiri. Sementara kisah yang ke dua adalah seorang pemuda yang di usia 19 tahun sudah mampu menghasilkan lebih dari 100 juta rupiah perbulan melalui bisnisnya.

Gelar GM termuda Hard Rock Cafe kawasan Asia dan termuda ke-2 Hard Rock Cafe seluruh dunia disandang oleh Yoris Sebastian. Saat itu, ia yang baru berusia 26 tahun berhasil menjabat sebagai seorang general manager (GM) pada sebuah restoran franchise terkenal tingkat dunia. Tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa karirnya di Hard Rock Cafe berawal dari asisten.

pemuda sukses bisnis
Masyarakat selalu mencari sensasi melalui pemberitaan Yoris yang tidak lulus perguruan tinggi, sehingga seakan-akan tidak memerlukan latar belakang pendidikan yang tinggi untuk dapat memiliki masa depan yang cemerlang. Sebenarnya bagi Yoris, pendidikan bukan tidak penting tapi yang lebih penting adalah bagaimana menggenggam kesempatan yang datang pada waktu yang tepat. Yoris yang saat ini menjalankan bisnis yang bergerak di bidang ekonomi kreatif, ia juga sering memberikan seminar yang menyemangati generasi muda untuk berani mengejar impian dan mewujudkan kreativitas. Selain itu, dirinya juga telah menerbitkan dua judul buku. 

Pada tahun 2007, ia mengundurkan diri dari jabatan manajer umum di Hard Rock Cafe. Ia kemudian memulai bisnis sendiri dengan mendirikan perusahaan yang diberi nama "Oh My Goodness (OMG) Consultant". Keputusan Yoris Sebastian yang berencana membuka usaha kecil dan tetap menjaga perkembangannya pada skala kecil ternyata mengejutkan banyak orang. Bagi para generasi muda yang ingin mulai berbisnis, ia juga mempunyai saran yang tak kalah kreatif namun sangat bermakna. Intinya adalah jangan memulai dengan mimpi besar, tetapi lebih baik awali dengan mimpi-mimpi kecil. Prinsip Yoris Sebastian adalah melakukan apa yang disukai karena kita harus mencintai pekerjaan yang kita miliki terlebih dahulu sebelum kemudian terjun dan menggeluti dunia tersebut secara mendalam. Kesuksesan yang didapatkannya pada saat ini ternyata tidak pernah ia mimpikan sebelumnya. Motivasi utamanya adalah menjalani hari demi hari dengan penuh makna dan tidak berhenti berkarya.

pebisnis sukses usia muda
"Never too young to become a billionaire", merupakan kata-kata yang sangat tepat untuk menggambarkan pebisnis muda yang bernama Yasa Paramitha Singgih. Cowok muda tersebut adalah seorang mahasiswa biasa yang berumur 19 tahun, tetapi siapapun tidak ada yang menyangka di usia yang masih sangat muda ini dirinya setiap bulannya dapat menghasilkan lebih dari 100 juta rupiah. Yasa masuk dalam dunia bisnis sejak berumur 15 tahun karena ayahnya tiba-tiba sakit keras dan membutuhkan banyak biaya untuk proses pengobatan. Yasa memutuskan untuk tidak lagi meminta uang pada ayahnya, kemudian memaksakan diri untuk menghasilkan uang sendiri. Karena dia menyadari jika umurnya masih terlalu muda untuk mencari pekerjaan, maka dia memutuskan untuk berbisnis sendiri. Jual beli lampu hias adalah pilihan pertama yang dia jalani. Karena memang dari awal tidak pernah menekuni dunia bisnis, akibatnya bisnis pertamanya tersebut tidak begitu lancar. Dan tak lama, dia pun tidak lagi meneruskan usaha jual beli lampu hias, dan akhirnya mencoba berbisnis jual beli kaos pria. Karena kegigihannya, bisnis penjualan kaos tersebut setiap bulannya bisa menghasilkan lebih dari 30 juta rupiah.  Selanjutnya dia memutuskan untuk melanjutkan bisnis keduanya, yaitu membuka warung kopi "Ini Teh Kopi". Namun dalam waktu tidak sampai 1 tahun bisnis kopinya menurun sehingga tidak dilanjutkan lagi. Kemudian fokus dan sepenuh hati meneruskan bisnis jual beli kaos pria. Yasa pun membuat merek pribadi miliknya yaitu Man's Republic.

Untuk menekan modal yang digunakan, ia menjual dan mengiklankan produk jualannya lewat berbagai media sosial. Walau menghadapi banyak rintangan dan kesulitan, tapi bagi Yasa itu semua wajar. Dia merasa dirinya sangat beruntung karena di usia muda sudah dapat memperoleh kesempatan untuk terjun berbisnis. Walaupun awalnya keluarganya tidak menyetujui ketika ia melepaskan pendidikan untuk konsentrasi berbisnis, tetapi setelah melihat keberhasilan yang dicapai, maka saat ini semua keluarga merasa sangat bangga kepada Yasa. Bagi banyak orang berbisnis seperti masuk ke dalam tempat perjudian yang penuh dengan resiko. Semakin kita berani mengambil resiko, maka semakin mudah juga kita untuk memenangkan resiko itu. Semua keberhasilan yang dicapai adalah hasil dari berani memikirkan, berani melakukan, dan berani mengambil resiko.

Mudah mudahan kisah kedua anak muda ini menjadi inspirasi bagi anda yang ingin membangun usaha sendiri. Salam kerja & usaha!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait