Kenapa Anda Kurang Sukses dalam Bisnis MLM?

Mungkin di antara Anda pernah atau sedang menjalankan sebuah bisnis yang bermodel Multi Level Marketing atau MLM. Banyak juga yang menganekdotkan dengan sebutan bisnis Meeting Larut Malam karena biasanya acara pertemuan para member-nya dilakukan saat malam hari. Mengapa seseorang mengikuti bisnis multi level marketing? Mungkin ada yang terjebak ikut pertemuan MLM karena diundang oleh teman yang merahasiakan agenda undangan dan hanya bilang bahwa ada peluang emas sedang menanti.

Ada juga yang bergabung MLM setelah dibujuk oleh teman yang menunjukkan keberhasilannya sebagai bukti bahwa ia mampu menghasilkan pendapatan berlimpah dari kegiatan MLM. Ada pula yang terpaksa membeli 'starter kits' semata-mata untuk melepaskan diri dari teman yang begitu bersungguh-sungguh mengajaknya bergabung, sehingga setelah menjadi member suatu bisnis MLM, maka terhentilah gangguan temannya itu. Namun, ada juga yang memang tertarik karena ingin menggunakan produk harian MLM tersebut (seperti produk kecantikan dan kesehatan), sehingga disamping bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah, mereka juga dapat berbisnis. Dan aneka macam alasan orang terjun ke bisnis MLM.

Memang MLM berhasil melahirkan banyak orang yang sukses dari segi material. Dan poin itulah yang sering dijadikan salah satu umpan daya tarik untuk merekrut banyak peserta. Mobil mewah, liburan ke luar negeri, uang banyak, serta bermacam-macam lagi bonus menggiurkan.

Dalam kemampuan melahirkan banyak orang kaya, sistem bisnis MLM tersebut juga acap kali melahirkan banyak member yang gagal. Bahkan jumlah mereka yang gagal jauh lebih banyak dari pada yang berhasil. Dan lucunya, ketika merasakan kegagalan, mereka malah menyalahkan MLM karena tidak berhasil menjadikan dirinya kaya.

mlm
Jika Anda memiliki potensi untuk menjadi seorang yang kaya, maka setiap kegagalan akan membuat Anda bercermin diri, sebelum menyalahkan orang lain. Itulah salah satu karakter yang sebenarnya dimiliki oleh semua orang yang telah mencapai kesuksesan berbisnis. Oleh sebab itu, salahkan diri sendiri jika anda menjumpai kegagalan tatkala berkecimpung dalam bisnis model MLM. Yang perlu dicermati adalah apakah anda telah mengadopsi cara yang tepat dalam membuat penjualan dan perekrutan?

Cara tepat dan yang paling baik dalam melakukan penjualan di sistem multi level marketing adalah dengan mengikuti 4 langkah seperti disebutkan di bawah:

Menjalin Hubungan 
Kebanyakan mereka yang mencari downline terlalu 'ngotot' untuk menyampaikan presentasi bisnisnya, sementara orang yang ingin diajak bergabung masih dingin, kurang antusias dan merasa curiga dengan Anda. Pastikan dalam agenda memperluas jaringan bisnis, Anda melakukannya dengan relaks dan mengenali dulu prospek calon member anda. Yang terpenting adalah membangun jaringan (koneksi) tanpa terlihat ambisius.

Memahami 
Bila sudah saling kenal, Anda harus mencoba memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan dan diinginkan oleh calon konsumen dan calon member. Gunakan segala kreativitas yang ada agar proses memahami tersebut berjalan dengan biasa, nyaman dan tidak secara terpaksa.

Memberi Rekomendasi 
Bila sudah paham, barulah ajukan solusi dan rekomendasi berdasarkan kebutuhan mereka. Ada kalanya apa yang Anda tawarkan ternyata tidak dapat menyelesaikan permasalahan mereka atau mereka menolak saran produk MLM anda. Jadi jangan memaksa atau memutuskan jalinan persahabatan yang baru dibangun. Bersabarlah dulu dan mungkin setelah itu akan saatnya dia bersedia untuk mempertimbangkan usulan anda.

Menjual 
Menjual adalah proses akhir setelah segala yang diterangkan di atas terjadi dengan baik dan lancar.

Coba lihat proses di atas dan renungkan apakah Anda telah mengamalkannya selama melakukan aktivitas penjualan dan penawaran dalam MLM yang Anda geluti. Kebanyakan dari mereka yang kurang berhasil biasanya tidak mengikuti 4 langkah di atas. Mereka buru-buru ingin jual dan mencari lagi pelanggan dan member baru.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait