Inovasi Bisnis Kuliner Menggunakan Mesin Cetak 3D

Kreativitas dalam bisnis kuliner seakan tidak pernah ada habisnya. Hal ini dapat kita lihat di Venlo, Belanda, yang menggunakan metode terbaru memakai pencetakan makanan tiga dimensi. Mesin percetakan 3 dimensi ini dipamerkan pada bulan April lalu dan diyakini sebagai sebuah revolusi di dunia kuliner.

Inovasi di bidang kuliner terus berkembang. Setelah penemuan pemanas makanan oleh Microwave, kini muncul pencetakan makanan tiga dimensi. Makanan yang anda lihat pada gambar di samping dibuat dari bahan gelatin, buah-buahan, dan sayur mayur.

mesin cetak printer makanan 3 dimensi
Gelatin tersebut dicetak di atas piring dan membentuk makanan - makanan kesukaan konsumen. Seperti pengakuan Marcio Barrades yang merupakan seorang produsen makanan mangatakan, "Makanan ini dibentuknya dari buah dan sayur saja. Agar-agarnya adalah bahan tambahan untuk menciptakan konsistensi yang dibutuhkan.

Dengan metode dan pemasaran yang baik, kami dapat menembus restoran - restoran kualitas tinggi karena ini sangat menarik, ini bisa dimakan oleh orang yang lanjut usia karena teksturnya yang lembut, dan anak-anak pun menyukainya sekaligus bisa menjadi sumber serat".

makanan 3 dimensi
Makanan Hasil Cetakan 3D
Tentunya metode ini bisa menjadi inspirasi bisnis yang baru, seperti mencetak gula-gula atau permen dengan bentuk yang beragam dan menarik. Mengkonsumsi makanan yang dibuat dari mesin percetakan 3D memiliki sensasi rasa tersendiri. Teknologi pencetakan 3D diprediksi akan menjadi salah satu cara orang dalam mengolah dan membuat makanan di masa depan.

Beberapa supermarket sudah melakukan pengujian pembuatan kue-kue dengan bantuan mesin cetak 3D. Begitu pula di beberapa restoran di luar negeri yang menawarkan makanan penutup (dessert) yang dicetak secara 3 dimensi. Beberapa pihak bahkan mengklaim bahwa nantinya akan ada printer makanan 3D di setiap rumah tangga dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Satu hal yang pasti, ini adalah pangsa pasar yang tengah berkembang pesat dan memiliki potensi bisnis yang menjanjikan.

Namun, untuk mewujudkan kenyataan tersebut, masih diperlukan banyak penelitian. Berbagai aspek masih perlu diperhitungkan untuk memastikan keselamatan dan nilai kualitas makanan yang dicetak dengan mesin printer 3 dimensi. Karena saat ini, meskipun dibuat dengan teknologi canggih, namun tetap saja kualitas gizi dan makanan-makanan tiruan ini masih tak sebagus aslinya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait