Ini Upaya Pemerintah Menekan Biaya Logistik

Persaingan ekonomi yang makin kompetitif bagi negara-negara di dunia membuat pemerintah mencari beragam jalan agar perekonomian bangsa ini makin kuat. Satu diantaranya adalah upaya pemerintah untuk menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu beban bagi biaya produksi. Biaya logistik nasional saat ini masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dalam dunia industri dan perdagangan khususnya manufaktur, komponen biaya logistik masih menjadi komponen biaya operasional terbesar.

Seperti dikutip dari sebuah berita di media televisis, Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel saat meresmikan kawasan logistik terpadu di Cibitung - Jawa Barat, mengakui bahwa secara nasional komponen biaya logistik Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

logistikRahmat menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengurangi biaya logistik hingga di bawah 10 persen agar produk domestik bisa bersaing terutama menjelang era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) per 1 Januari 2016 mendatang. Untuk mengurangi biaya logistik tersebut, pemerintah akan membangun sistem logistik dan infrastruktur baru seperti pelabuhan laut dalam lima tahun ke depan. Dengan selesainya pembangunan infrastruktur ini, diharapkan biaya logistik bisa ditekan secara signifikan.

Sementara itu, seorang pengusaha logistik mengakui bahwa biaya transportasi menjadi komponen terbesar dalam biaya logistik, yakni mencapai 85 persen. Untuk mengurangi biaya ini dibutuhkan adanya sistem pengelolaan logistik yang terintegrasi.

Saat ini biaya logistik nasional masih sekitar 24 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini masih jauh dibandingkan dengan Singapura yang biaya logistiknya hanya sebesar 9 persen dari PDB, dan negara Asean lainnya yang rata-rata mengeluarkan biaya logistik sebesar 11 persen dari PDB.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait