Bisnis Buah Merah ala Masyarakat Papua

Pulau Papua merupakan kawasan yang diberkahi dengan sumber daya alam yang beraneka ragam. Selain memiliki potensi pertambangan yang melimpah, di pulau ini juga terdapat aneka jenis flora dan fauna yang khas dan unik, satu diantaranya adalah tanaman buah merah. Apa itu tanaman buah merah? Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua yang memiliki mama ilmiah "Pandanus Conoideus" karena tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan.

Di tanah Papua, tanaman ini disebut dengan Kuansu. Secara tradisional, masyarakat Papua telah terbiasa mengkonsumsi buah merah ini karena dipercaya mengandung aneka khasiat untuk kesehatan tubuh. 

buah merah papuaBerdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dosen Universitas Cendrawasih (UNCEN) di Jayapura yaitu Drs. I Made Budi M.S. sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih (UNCEN) menemukan hasil bahwa buah merah mengandung beragam zat antioksidan dan juga asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9 yang bermanfaat bagi vitalitas tubuh. Permintaan yang cukup tinggi, membuat banyak penduduk Papua yang membudidayakan tanaman ini sebagai salah satu ladang usaha yang menjanjikan.

Menurut pengakuan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Samuel Siriwa, menyatakan bahwa penghasilan petani buah merah di Provinsi Papua kini mencapai Rp 60 juta per tahun untuk tiap hektarnya.

"Tahun ini luas tanam buah merah mencapai 265 hektare (ha) dari sebelumnya hanya 40 hektare. Ke depan diharap terus meningkat karena petani diuntungkan," katanya di Jayapura, Senin (6/4/2015), seperti yang dikutip dari halaman Okezone.com

Seperti yang diungkapkan beliau, permintaan pasar terhadap hasil olahan buah merah cukup tinggi sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

"Harga minyak buah merah selama ini tidak pernah turun," imbuhnya.

Respons positif masyarakat setempat yang begitu tinggi terhadap program penanaman dan budi daya buah merah, ternyata tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang menambah serta meningkatkan pagu alokasi anggaran untuk menggerakkan bidang perekonomian rakyat dari sebelumnya sebesar 5% persen menjadi 20%.

"Dengan kebijakan itu SKPD yang bergerak di bidang ekonomi secara otomatis plafon anggarannya naik dan program yang dibuat mengarah kepada penggerakan perekonomian di akar rumput, salah satunya adalah pencanangan penanaman buah merah," ucapnya.

Pada tahun lalu (2014), Pemerintah Provinsi Papua mengembangkan dan menggerakkan program penanaman buah merah seluas 40 hektare (ha), yang juga termasuk penyediaan bibit, serta pemberian bantuan berupa mesin pengolahan buah merah menjadi minyak, yang dilakukan di lima wilayah kabupaten, antara lain Jayapura, Yahukimo, Tolikara, Kelila Mamberamo Tengah, dan Puncak Jaya. Kemudian pada tahun 2015 ini, program budidaya  buah merah dikembangkan pada lahan seluas 225 hektare yang berlokasi di Kabupaten Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Keerom, dan Kota Jayapura. (Sumber gambar: pondokobatpapua.com)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait