Besarnya Kerajaan Bisnis Keluarga Riady

Seiring perjalanan waktu, dalam kerajaan bisnis, regenerasi memang amat dibutuhkan. Para pendiri atau orang yang pertama membangun perusahaannya, perlu beristirahat menikmati masa pensiun, dan tongkat estafet bisnisnya harus diserahkan kepada sang penerus. Roda regenerasi ini juga dialami oleh banyak pengusaha sukses, satu diantaranya adalah Mochtar Riady.

Beliau merupakan salah satu entrepreneur sukses yang mampu membangun keluarga konglomerat dengan pengaruh yang kuat, tidak hanya di Indonesia tapi juga regional. Ia adalah pendiri Grup Lippo.

kerajaan bisnis lippo group
Kerajaan bisnis Grup Lippo sendiri dimulai dari Mochtar Riady. Beliau adalah salah satu orang yang pada tahun 1975 direkrut oleh Lim Sio Liong untuk berbisnis dan kemudian dipercaya mengelola Bank Central Asia. Kala itu, Mochtar Riady mengawali perjalanan BCA dengan aset yang sangat kecil, yakni 12,8 miliar rupiah, dan ketika tahun 1990 saat Beliau meninggalkan BCA, aset bank tersebut melesat hingga 5 triliun rupiah lebih. Tampaknya ini menjadi salah satu cikal bakal bahwa Mochtar Riady ternyata memiliki ketelatenan dan tangan dingin dalam bisnis, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk membentuk kerajaan bisnisnya sendiri, yang dimulai dari bidang perbankan, properti, infrastruktur, dan juga memiliki pusat bisnis di Hongkong.

Kerajaan bisnis besar tersebut kemudian diteruskan oleh dua putranya, yakni James Riady dan Stephen Riady. James Riady dipercaya untuk mengelola bisnis dalam negeri, sementara Stephen Riady dipercaya untuk mengelola bisnis di Hongkong. Artinya mereka tidak hanya ada di satu tangan, tetapi di dua tangan, dan hal tersebut rupanya merupakan strategi bisnis Mochtar Riady untuk meneruskan kerajaannya bisnis mereka.

Kerajaan bisnis seperti apa yang dimiliki oleh Grup Lippo? Mendengar nama Lippo, anda pasti sudah tahu dengan logonya, yang berbentuk angka 88 yang dipercaya merupakan angka hoki / keberuntungan yang tidak ada putusnya. Dan hal itu dipercaya sebagai suatu filosofi bisnis Grup Lippo. Kerajaan bisnis ini telah merambah berbagai sektor, antara lain: properti (PT Lippo Karawaci Tbk), hospitals (PT Siloam International Hospitals Tbk), retail (PT Matahari Putra Prima Tbk & PT Matahari Departemen Store Tbk), media (PT First Media Tbk & PT Berita Satu Media Holdings), teknologi (PT Multipolar Technology Tbk & PT Link Net Tbk), finansial services (PT Lippo General Insurance Tbk & PT Bank National Nobu Tbk), dan di bidang pendidikan melalui Yayasan Pelita Harapan.

Dari data pertumbuhan pendapatan Lippo group tahun 2014, diketahui bidang bisnis yang tumbuh cukup signifikan adalah properti dan financial services. Bisnis properti melalui PT Lippo Karawaci tumbuh sebesar 74,8% dan bidang keuangan melalui PT Bank National Nobu Tbk tumbuh melesat sebesar 147%.

Untuk semakin memperkokoh kerajaan bisnis, grup ini tetap melakukan ekspansi diantaranya melalui jaringan supermarket Matahari department store yang saat ini ingin menyamakan dirinya seperti perusahaan e-commerce Alibaba dengan membuka website mataharimall.com dengan investasi yang tidak sedikit yakni lebih dari 5 triliun rupiah. Mereka begitu percaya pasar e commerce bisa menghasilkan aset yang cukup besar. Selain itu, untuk Lippo Karawaci, mereka akan melakukan proyek baru, yakni Holland village. Ini mungkin hampir sama juga seperti Kemang village yang kini sudah dihuni oleh orang - orang kalangan menengah ke atas. Dan ekspansi besar yang terakhir adalah Siloam Hospital. Rumah Sakit ini tengah menargetkan pertumbuhan dua kali lipat hanya dalam waktu 2 tahun pada tahun 2017 dengan masuk ke 30 kota di Indonesia dengan lebih dari 50 rumah sakit yang tersebar di Indonesia, bahkan perusahaan di bidang kesehatan ini juga akan berekspansi ke pasar regional, seperti Myanmar dan Kamboja dan juga tidak tertutup kemungkinan ke Vietnam dengan rencana anggaran sebesar 600juta - 1 miliar dolar amerika. Sungguh sebuah kerajaan bisnis yang besar!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait