Bagaimana Dukungan Pemerintah dalam Investasi Green Financing?

Pada tanggal 22 April kita merayakan Hari Bumi sedunia. Moment peringatan ini mengajarkan kepada kita untuk menjaga kelestarian bumi, yang merupakan rumah kita. Dalam dunia bisnis, ada sebuah etika dimana kita tidak boleh mengeksplorasi potensi bumi untuk memenuhi kebutuhan kita tanpa memperhatikan keberlangsungan dan kelestariannya. Pada postingan kali ini,  kita akan membahas apa sesungguhnya efek positif bila kita menjaga lingkungan hidup dengan lebih baik terhadap ekonomi di sebuah negara ataupun juga di dunia.

Kita mulai terlebih dahulu mengenai green financing. Green financing adalah pembiayaan atau pendanaan terhadap proyek-proyek yang ramah lingkungan atau untuk kelestarian alam. Beberapa contoh proyek yang terkait dengan Green Financing antara lain berupa kredit ke sektor ramah lingkungan, pengembangan energi terbarukan, pertanian organik, industri hijau, perikanan, dan juga eco tourism. 

bisnis green financingYang cukup menarik adalah proyek-proyek terhadap pembangkit dan pengembangan energi baru terbarukan. Menurut riset yang dilakukan oleh Bloomberg, ternyata ada beberapa negara di dunia yang telah concern mengalokasikan anggarannya untuk berinvestasi terhadap pengembangan energi baru terbarukan. Dari data yang dipublikasikan oleh Bloomberg New Energy Financing diketahui bahwa untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik (terkecuali China dan India) ternyata Indonesia patut berbangga hati, karena pemerintah saat ini telah menargetkan angka yang cukup besar untuk rencana membuka peluang investasi energi baru terbarukan, yakni mencapai 1,8 miliar dolar amerika, tertinggi di Asia Tenggara.

Alokasi anggaran tersebut jauh lebih besar dibandingkan Filipina yang hanya 0,5 milyar dolar amerika atau pun Singapura yang hanya 0,1 miliar dolar amerika. Sedangkan Myanmar mengalokasikan anggaran negaranya sebesar 0,6 miliar dolar, dan Thailand 0,4 miliar dolar amerika.

Meskipun saat ini, alokasi anggaran tersebut tengah digodok dan masih merupakan wacana, namun rencana tersebut patut diapresiasi. Dan kita akan lihat bagaimana konsistensi pemerintah ke depan untuk merealisasikan rencana ini dalam investasi, sehingga di masa depan, negara Indonesia tidak seluruhnya selalu tergantung dengan energi fosil seperti saat ini bahan bakar minyak.

Lalu apakah rencana pemerintah yang ingin memperhatikan pengembangan sektor energi baru terbarukan tersebut sudah terefleksi pada anggaran negara? Ternyata masih cukup jauh! Data dari Walhi dan juga APBN menunjukkan bahwa pada tahun 2015 dengan belanja pemerintah sebesar 1.392,4 triliun rupiah ternyata hanya 0,8% saja untuk lingkungan hidup. Mayoritas anggaran belanja disedot oleh pelayanan umum sebesar 64%, pendidikan 10,5%, ekonomi 10,3%, pertahanan 7%, dan lainnya sebesar 14,4%. Ini artinya masih kita perlu tunggu lagi bagaimana sesungguhnya konsistensi pemerintah, niat baik pemerintah, dan blueprint pemerintah ke depan untuk sektor lingkungan hidup. Apakah akan ada peningkatan dari angka 0,8% dalam alokasi APBN di tahun 2016? Kita tunggu saja realisasinya!

Terlepas dari kita berharap kepada pemerintah yang akan mengeluarkan kebijakan yang lebih berorientasi ke lingkungan hidup dengan alokasi anggaran yang memang layak untuk lingkungan hidup, namun kita juga bisa memulainya dari diri sendiri dalam menjaga hijaunya bumi. Berikut ini adalah upaya-upaya kecil untuk menyehatkan bumi serta memperbaiki lingkungan hidup. Yang pertama adalah menghindari fastfood atau makanan cepat saji. Selain tidak sehat bagi tubuh manusia, sampah dari fastfood merupakan salah satu yang sulit terurai. Kemudian upaya selanjutnya adalah hemat energi listrik dengan menggunakan peralatan seperlunya. Hal lainnya adalah hemat kertas (paperless) dan menonaktifkan fitur screen saver pada layar komputer yang merupakan salah satu pemborosan energi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait