Bagaimana Dampak Kebijakan Bebas Visa bagi Industri Pariwisata?

Pada 1 April 2015, pemerintah mulai mengimplementasikan kebijakan bebas visa terhadap 30 negara. Lalu bagaimana para pelaku bisnis meresponnya? Berbagai manuver dilakukan pemerintah untuk menambah penerimaan negara, salah satunya adalah kebijakan yang terdapat pada paket ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi, yaitu mengenai bebas visa kepada 30 negara yang ingin masuk ke Indonesia.

bisnis pariwisataAsosiasi Travel Agen Indonesia (ASITA) merespon positif kebijakan ini karena akan berdampak baik terhadap kunjungan wisatawan asing ke dalam negeri. Mereka optimistis, bila pemerintah juga ikut memberikan dorongan konkrit, maka dapat mencapai target mendatangkan 20 juta wisatawan pada tahun 2015 ini. ASITA meminta kepada pemerintah agar tidak hanya mempromosikan pulau-pulau yang sudah populer, tetapi juga tempat-tempat wisata lainnya yang potensial. Selain itu, pemerintah juga diharapkan memperhatikan ketersediaan infrastruktur untuk menunjang industri pariwisata di Indonesia, baik itu jalannya, lokasi resort, dan juga hal terkait lainnya.

Bagaimanakah strategi para emiten (pelaku industri pariwisata) dalam memanfaatkan kebijakan bebas visa tersebut?

Perusahaan Panorama misalnya akan melakukan inisiatif campaign pada partner dan pelanggannya, terutama wisatawan luar negeri agar lebih mudah dan nyaman datang ke Indonesia. Sementara itu perusahaan travel agen Bayu Buana akan meningkatkan kemampuan teknologi informasi dan kapabelitas SDM. Dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai salah satu kunci strategi, mereka optimistis dapat meraih konsumen yang lebih banyak di tahun 2015 ini. PDES atau PT. Destinasi Tirta Nusantara Tbk memiliki strategi menghadirkan promosi melalui travel mart.

Tidak hanya itu, banyak pelaku bisnis di industri pariwisata yang melakukan kerjasama dengan beberapa maskapai penerbangan di luar negeri, dan tentunya juga menawarkan paket-paket promosi wisata yang menarik.

Seperti apakah optimisme para pelaku bisnis pariwisata ini ditinjau kinerja keuangan bisnis mereka? Untuk mengetahuinya, dapat kita tinjau dari kinerja keuangannya. Berikut adalah data pertumbuhan pendapatan emiten jasa pariwisata pada kuartal 3 tahun 2014: Panorama tumbuh 13% dengan laba bersih mencapai 37 miliar, Bayu Buana tumbuh 8% dengan laba bersih mencapai 29 miliar rupiah, dan PDES tumbuh 14% dengan laba bersih sekitar 13 miliar rupiah.

Apakah tahun 2015 ini menjadi tahun yang cemerlang bagi industri pariwisata seiring dukungan pemerintah melalui kebijakan bebas visa tersebut? Kita lihat perkembangan selanjutnya! Salam kerja & usaha!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait