Ternyata Bisnis E-Commerce Asia Tumbuh Karena Wanita

Di tahun 2015 ini penjualan ritel Asia diproyeksikan tumbuh rata-rata 4,6 persen yang secara volume menjadi 7,6 triliun dolar Amerika. Salah satu mesin penggerak pertumbuhan ini adalah kekuatan ekonomi perempuan Asia yang semakin kuat. Hal ini terungkap dari data survei yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit (www.eiu.com) terhadap 5.500 perempuan di Asia, serta mendapat masukan dari berbagai analis konsumen, perusahaan ritel besar, dan juga para pemilik brand.

Survei ini juga menemukan perempuan di kawasan Asia semakin berdaya secara finansial dan menjadi mesin penggerak utama bisnis e-commerce regional. Data survei tersebut menunjukkan sebanyak 83% responden berkontribusi terhadap pendapatan keluarga, 41% responden merupakan pencari nafkah bersama dengan pasangannya, dan 8% merupakan pencari nafkah utama bagi keluarga. 

wanita asia modern
Wanita Asia Modern
Perempuan Asia juga semakin independen secara financial dimana lebih dari dua per tiga atau sekitar 66,7% responden memiliki rekening bank sendiri, 48% di antaranya memiliki kartu kredit sendiri. Lalu, perempuan di Asia juga menjadi pengambil keputusan di keluarga. Sebanyak 35% responden membayar sendiri biaya belanja online mereka, dan 15% responden bahkan membayari belanjaan pasangannya.

Dalam jenis produk apa sajakah perempuan di Asia menjadi pengambil keputusan berbelanja secara online? 
Ternyata perempuan merupakan pengambil keputusan utama jika berbelanja untuk kebutuhan groceries, pakaian, furniture, elektronik, dan juga jasa-jasa agen perjalanan. Sebanyak 49% responden bahkan menyatakan lebih memilih berbelanja secara online, sementara 48% responden menyatakan stres jika berbelanja di pasar tradisional.

Apa saja yang menjadi alasan perempuan berbelanja secara online?
Bagi banyak perempuan, berbelanja secara online merupakan aktivitas favorit, terutama saat ada waktu luang. Sebanyak 63% responden mengungkapkan sering mencari informasi produk di internet setidaknya sekali dalam sehari, kemudian ada 30% responden yang menyatakan mereka browsing di internet untuk melihat penawaran produk online sebanyak dua kali atau lebih dalam seharinya. Hasil survei menunjukkan bahwa alasan perempuan berbelanja online antara lain karena lebih hemat, lebih cepat, online retailer lebih bisa diandalkan untuk mendapatkan sebuah produk, dan alasan lainnya karena lebih banyak pilihan.

Item apakah yang paling banyak dibeli perempuan Asia jika berbelanja secara online? 
Ternyata jawabannya adalah pakaian dan aksesoris yang diungkapkan oleh lebih dari 90% responden. Dan item yang juga banyak dibeli oleh wanita Asia adalah kosmetika yang dijawab oleh 83% responden.

Apa saja yang menjadi bahan pertimbangan bagi perempuan Asia saat berbelanja secara online? 
Yang pertama adalah karena kualitas produknya (83% responden), yang kedua adalah harga yang bersahabat (83% responden), pertimbangan ketiga menyangkut keaslian produk, pertimbangan ke empat adalah biaya pengiriman (79% responden), dan pertimbangan berikutnya adalah kemudahan dalam pemesanan barang (77% responden).

Ada sebanyak 62% responden menyatakan bahwa mereka berbelanja online untuk keperluannya sendiri, dan sekitar 41% responden melakukan belanja online untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga. Namun belanja secara online untuk orang lain hanya dilakukan jika perempuan merasa bersalah karena sudah terlalu banyak berbelanja untuk dirinya sendiri.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait