Mengintip Tren Bisnis Barang Bekas di Amerika

Akhir pekan merupakan masa yang sibuk di Plato's Closet. Di toko yang terletak di Sterling (Virginia) ini terlihat sibuk untuk melakukan jual beli barang bekas. Warga membeli atau menjual barang barang bekas seperti tas, sepatu, kemeja atau aksesoris lainnya yang masih layak pakai. Salah satu pelanggan yang sedang menjual tas dan scarf mengatakan "Saya bisa mendapatkan cek atau kredit toko untuk belanja di sini. Ini daur ulang yang asyik".

Ilye yang merupakan salah satu pelaku usaha jual beli barang bekas telah menjadi mitra waralaba plato's closet dan membuka toko tersebut 4 tahun lalu. "Pemasukannya meningkat stabil di saat toko lainnya kembang kempis", ucap sang pemilik toko.

toko baju bekasSaat Ilye membuka tokonya, ada sekitar 280 Plato's Closet di seluruh Amerika. Kini jumlahnya mencapai 400an. Tak hanya waralaba ini, toko - toko barang bekas lainnya terus bermunculan bahkan merambah ke kawasan elit di berbagai kota.

"Bisnis berkembang pesat. Kami banyak mendapat barang berlabel utuh dan belum terpakai. Ini mungkin karena banyak yang membeli online tapi ternyata tidak cocok. Dari pada harus mengembalikan barang, lebih praktis dijual di sini" Menurut salah satu pelaku bisnis barang bekas.

Toko - toko ini laris diserbu konsumen yang ingin mendapatkan busana dan aksesoris bermerek dengan harga yang miring.

"Seperti mencari harta karun barang bermerek yang biasanya terlalu mahal harganya menjadi terjangkau di toko ini." kata salah seorang konsumen.

Menurut asosiasi pedagang barang bekas Amerika, bisnis ini ternyata berkembang stabil selama beberapa tahun terakhir, dan menghasilkan sekitar 13 miliar dolar per tahun. Saat ini di Amerika terdapat lebih dari 25.000 toko barang bekas, baik dengan sistem membeli, konsinyasi atau titip jual, maupun barang sumbangan, misalnya seperti Goodwill Industry yang merupakan sebuah yayasan nirlaba yang memberikan kepada warga yang tidak mampu. Goodwill menerima sumbangan untuk dijual kepada toko toko barang bekas, hasilnya digunakan untuk membiayai pelatihan.

"Kami berkembang di seluruh Amerika dan diharapkan tahun ini jumlah toko melampui 3000. Pendapatan tahun 2013 mendekati tiga koma lima miliar dolar", ucap direktur Goodwill Industry.

Banyak pembeli yang juga sekaligus menyumbang. "Saya mendukung misi mereka untuk membantu masyarakat makanya saya sering kemari". kata salah seorang pembeli toko barang bekas

Industri ini menarik segala jenis konsumen dari berbagai tingkatan ekonomi. Warga Amerika semakin banyak berbelanja di toko barang bekas, sehingga semakin banyak yang melihat keuntungannya. Industri penjualan barang bekas akan semakin berkembang sejalan dengan trend berhemat dan kesadaran kesadaran lingkungan dan sosial yang dianut warga Amerika Serikat. 
(Dikutip dari VOA).

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait