Kondisi Industri Musik Indonesia yang Kian Merana

Hari Musik Indonesia 9 Maret - Dari tahun ke tahun kondisi industri musik di Indonesia semakin memprihatinkan. Dalam lingkup industri musik, pembajakan merupakan tindakan yang merampas hak kekayaan intelektual para musisi. Pembajakan saat ini bahkan telah menyebar hingga ke seluruh ranah yang ada. Meskipun beragam solusi telah dicari, namun kondisi industri musik di Indonesia nampaknya seperti tengah mati suri.

Pelaku industri musik semakin khawatir dengan adanya pembajakan yang kian merajalela. Pembajakan yang merubah isi lagu dan diakui menjadi milik orang lain ataupun pembajakan yang memperbanyak fisik lagu tanpa seizin produser dan pencipta lagu. Oleh karena itu diperlukan tindakan yang ampuh untuk memberantas pembajakan yang sudah parah di negeri tercinta ini.

industri musik indonesiaDi akhir masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, DPR telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Hal itu merupakan langkah awal bagi negara ini untuk memerangi pembajakan karya seni, termasuk karya musik yang rasionya antara asli dan bajakan mencapai 1 berbanding 10. Menurut data yang diterbitkan ASIRI perbandingan produk asli dengan produk ilegal sejak tahun 2000-2007 adalah 279.577.604 (asli) berbanding 2.770.431.608 (bajakan). Kerugian secara material pun sangat besar. Salah satu pengusaha rekaman bahkan mengaku rugi hingga 2 triliun rupiah sejak pembajakan yang marak di tahun 1999.

"Parah, parah banget! Kami pemegang hak sepertinya tidak punya tenaga untuk mengambil hak kita, dan ini bagaikan seekor kerbau yang dimakan oleh sekelompok harimau. Melihat hak kami diambil, nyawa kami melayang karena karena mata pencaharian kita hilang dan kita tidak bisa membalasnya" ucap Rahayu Kertawiguna, pemilik Nagaswara Music Corp. seperti yang dikutip dari Berita Satu.

Setali tiga uang, berbagai kendala yang ada, juga dipandang sulit untuk ditanggulangi karena aksi pembajakan sudah menyebar dan mengakar seiring dengan kemajuan teknologi. Sejumlah organisasi resmi yang gencar mengkampanyekan gerakan anti pembajakan masih menemui kendala untuk mengurangi aksi pembajakan.

Pembajakan dalam bentuk apapun menjadi pekerjaan berat pemerintah yang harus mendapat perhatian. Jika pemerintah tidak segera bertindak, maka pembajakan akan selalu menjadi momok yang menakutkan bagi para pelaku industri musik di Indonesia dan juga para musisi baru yang ingin berkarya. Pembajakan dapat dicegah melalui kerjasama yang baik dengan pelaku industri dan masyarakat yang secara sadar membeli produk yang asli atau original.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait