Dampak Fluktuatif Kurs Rupiah bagi Industri Otomotif

Para pelaku industri otomotif berharap nilai tukar rupiah dapat bergerak lebih stabil di sepanjang tahun ini. Rupiah yang terlalu lemah akan meningkatkan biaya impor komponen, sehingga menekan daya beli konsumen. Pemerintah mengisyaratkan pelemahan rupiah pada kwartal pertama ini lebih karena faktor eksternal.

Pada awal bulan maret ini, pergerakan rupiah berkisar antara 12.900 hingga 13.000 per dolar amerika. Ini merupakan level kurs rupiah terendah sejak tahun 2008 lalu. Sebaliknya index harga saham gabungan pada Bursa Efek Indonesia telah menguat hampir 5 persen pada tahun ini.

bisnis otomotif
Bisnis fundamental nasional tampaknya telah cukup kuat menghadapi tekanan eksternal. Pelemahan rupiah hanya berlangsung sesaat, namun nilai tukar rupiah yang cenderung melemah menyulitkan pelaku usaha otomotif.

pasar otomotif

Seperti yang dilansir dari situs Bloomberg Indonesia, menyatakan bahwa Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mengaku sulit menghitung dampak pelemahan rupiah terhadap rencana pembelian impor dalam 3 hingga 4 bulan kedepan.

Jika kurs rupiah lebih stabil, maka memudahkan sektor otomotif menyusun rencana bisnis termasuk target penjualan tahun ini. Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil pada januari 2015 lalu menurun sebesar 9,1 persen menjadi 94.000,139 unit secara tahunan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait