Cara Budidaya Bayam dalam Lahan Sempit

Siapa yang tak kenal bayam? Sayuran yang satu ini menjadi salah satu pilihan bagi ibu-ibu rumah tangga. Sayur ini bisa diolah dengan berbagai macam cara, mulai dari direbus, ditumis, hingga digoreng untuk dijadikan keripik. Kandungan nutrisi dan seratnya membuat sayuran ini sering dikonsumsi banyak orang. Tiap hari, permintaan sayur bayam ini selalu tinggi. Bukan hanya oleh masyarakat ekonomi lemah, tetapi juga kelompok warga elit yang sering berbelanja di supermarket dan mall.

Apakah anda tertarik untuk menjadi wirausahawan penanam bayam di lahan yang sempit? Jika ya, berikut sekilas deskripsinya!

budidaya bayamMempersiapkan Benih, Pupuk, dan Peralatan Budidaya
Yang perlu dipersiapkan adalah bibit bayam yang sesuai dengan kondisi lingkungan anda. Jika memungkinkan, belilah bibit benih yang bersertifikat. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos sebanyak 150 kg untuk lahan seluas 500 m2. Selain itu, sediakan juga pupuk jenis urea (12 kg), SP-36 (5 kg) dan KCL (7 kg). Sementara peralatan yang diperlukan mulai dari penanaman hingga panen antara lain cangkul, garu, kored, ember, pisau, dan keranjang.

Persiapan Lahan Budidaya
Luas lahan yang dibutuhkan sekitar 500 meter persegi. Syarat lokasi lahan agar bayam dapat tumbuh optimal, antara lain:

1. Tipe tanah lempung, lempung berpasir, gembur, subur dan mengandung bahan organik dengan pH optimum 6,0-6,5. Jika pH tanah kurang dari 5, tambahkan kapur pertanian minimum sebanyak 20 kg / 500 m2

2. Memiliki saluran irigasi dan drainase yang baik, serta berada di ketinggian 100-1.000 meter dpl dengan curah hujan yang cukup.
   
3. Lahan bebas tanaman pengganggu. Sebaiknya bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman lainnya.  

4. Lahan harus gembur. Oleh karena itu, lakukan pengolahan lahan dengan cara membajak dan mencangkulnya untuk membalikkan tanah sehingga menjadi lebih gembur 

5. Buat plot dengan ukuran sekitar 5x5 meter sebanyak 20 buah. Setiap plot terdiri dari empat bedengan dengan ukuran panjang 4,5 meter dan lebar 1 meter, serta tingginya sekitar 20-30 cm. Pengaturan jarak antar bedengan kurang lebih 20 cm.  

6. Tahap selanjutnya adalah membuat tanah menjadi subur. Lakukan pemupukan dasar dengan memakai pupuk kandang sebanyak 150 kg/500 m2 yang dilakukan minimum tiga hari sebelum penanaman.

Tahap Penanaman dan Pemeliharaan
1.  Periode penanaman benih bayam adalah sebanyak 5 plot setiap minggu. Dengan demikian, dalam satu bulan jumlah yang ditanami sebanyak 20 plot.  

2. Sebelum benih ditanam, lakukan penyiraman lahan agar menjadi lembap sehingga benih dapat tumbuh optimal.  

3. Buat alur tanam secara memanjang dengan kedalaman sekitar 1,5-2 cm menggunakan sebilah bambu. Setiap bedeng dibagi menjadi lima baris tanam dengan jarak antarbaris 20 cm.

4. Langkah selanjutnya, tebarkan benih bayam yang telah dicampur dengan abu, perbandingannya 2:1 (abu : benih) setiap alur tanam.

5. Setelah anda menanam benih, buat alur diantara baris tanaman. Kemudian, taburkan pupuk yang telah dicampur sesuai dengan dosis. Pada awal penanaman, berikan pupuk urea sebanyak 20%, SP-36 sebanyak 100%,  dan KCl sebanyak 50%  dari dosis yang dianjurkan. Sementara, sisa pupuk lainnya diberikan pada saat minggu ke dua setelah hari tanam, dengan porsi dan cara pemberian yang sama.

6. Kegiatan berikutnya menutup alur benih dan alur pupuk dengan menggunakan tanah. Kemudian aktivitas rutin yang dilakukan adalah penyiraman secara teratur. Saat benih masih belum tumbuh, penyiraman sebaiknya dilakukan dengan sistem irigasi melalui selokan agar benih tidak terbawa air.

7. Kegiatan penyiangan tanaman pengganggu harus dilakukan setiap minggu. Amati pula ancaman serangan hama dan serangga.

Kegiatan Panen dan Pasca Panen
Panen bayam bisa anda laksanakan ketika tanaman telah berumur 20-30 hari dengan cara mencabutnya. Untuk memudahkan proses panen, lakukan pengairan lahan menjelang panen. Setelah panen, cuci bayam dengan air untuk membersihkan sisa-sisa tanah di permukaan daun dan akar. Kemudian ikat bayam yang sudah bersih dengan bobot 200-250 gram per ikat. Anda juga bisa mengikat bayam menggunakan isolasi label atau kemasan plastik terbuka yang memiliki label agar terkesan lebih menarik dan higienis.

Menggeluti usaha kebun bayam memiliki keunggulan tersendiri. Selain mudah dalam proses budidayanya, perputaran modalnya juga cepat, karena bisa dipanen dalam sebulan. Namun, ada beberapa kendala yang bisa anda hadapi, diantaranya adalah ancaman hama (belalang, ulat, penggerek daun) dan juga hasil panen yang tidak tahan lama. Solusinya ml adalah dengan mengolahnya menjadi produk tahan lama, misal keripik daun bayam.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait