Cara Berkebun Kangkung pada Lahan Terbatas

Sama seperti bayam, kangkung juga merupakan salah satu jenis sayuran yang sering disajikan dalam santap keluarga. Oleh karena itu, permintaan terhadap sayur kangkung juga cukup besar. Memiliki kebun kangkung merupakan cara yang cukup mudah dalam mendapatkan penghasilan, karena usaha kebun kangkung memiliki keunggulan tersendiri, antara lain : mudah ditanam dan beradaptasi di berbagai lingkungan hidup, serta memiliki rentang waktu menuju panen yang singkat yakni 20-30 hari sehingga perputaran modal relatif cepat.

Peluang Agrobisnis Sayur Kangkung
Tak berbeda dengan budidaya bayam,  peluang pengembangan kangkung berkualitas pun cukup tinggi. Pasalnya,  kedua jenis sayuran daun tersebut mudah dipasarkan, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Untuk memulai usaha perkebunan kangkung di lahan yang terbatas, kita memerlukan langkah persiapan dan perlengkapan, antara lain:

1. Memilih benih kangkung yang berkualitas, jika perlu bersertifikat dan memiliki daya adaptasi tinggi.  
2. Menyiapkan bahan penyubur tanaman berupa pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan dosis 3 ton untuk 1 hektare lahan.  
3. Menyiapkan jenis pupuk lain, seperti urea, SP-36, dan KCI dengan perbandingan dosis masing-masing 250 kg/ha, 100 kg/ha, dan 150 kg/ha.
4. Menyediakan alat-alat pertanian, misalnya cangkul, garu, kored, ember, dan gembor. Selain itu alat-alat panen yang berupa keranjang panen, timbangan, pisau, dan tali rafia juga perlu disiapkan untuk memudahkan proses panen. 

Persiapan Lahan Tanam 
Yang perlu anda lakukan terhadap lahan tempat berkebun kangkung antara lain:

1. Menyiapkan lahan tanah seluas 500 m2. Tanah yang baik untuk bercocok tanam kangkung adalah tipe tanah lempung berpasir, gembur, subur, dan memiliki kandungan bahan organik yang cukup dengan pH optimum mencapai 5,5-6,5. Sementara jika pH tanah kurang dari 4,5 silakan tambahkan kapur pertanian minimum 1 ton/hektare atau 20 kg/500 m2. Pemberian kapur pertanian dilakukan dengan cara ditabur.

2. Memiliki sistem saluran irigasi (pengairan) dan drainase (peresapan) yang bagus dengan lokasi lahan terbuka,  sehingga sinar matahari cukup, dan berada pada ketinggian 50-500 meter dari permukaan air laut. 

3. Lahan telah bebas dari gangguan gulma dan sisa tanaman sebelumnya. Kemudian lahan perlu dibajak dan dicangkul guna membalikkan tanah agar menjadi lebih gembur dan dapat menghentikan pertumbuhan gulma.

4. Buat plot dengan ukuran 5 x 5 meter sebanyak 20 buah. Satu plot terdiri dari empat bedengan dengan ukuran panjang 4,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 25-30 cm, dengan jarak antar bedengan sekitar 20 cm. 

5. Jadwal  pemupukan dilakukan minimal tiga hari sebelum kegiatanan penanaman.  Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 150 kg/500 m2.

Aktivitas Penanaman dan Pemeliharaan 
1. Kegiatan bercocok tanam kangkung dilakukan sebanyak 5 plot per minggu,  sehingga dalam satu bulan jumlah bibit kangkung yang ditanami sebanyak 20 plot. 

2. Sebelum dilakukan kegiatan tanam, sebaiknya siram lahan hingga lembap. Hal ini bertujuan agar benih dapat tumbuh dengan baik. 

3. Menanam kangkung perlu dilakukan dengan penataan yang baik. Untuk itu, bagi bedeng menjadi tujuh baris tanam dengan jarak antar baris sekitar 15 cm. Kemudian tanam benih pada lubang sedalam 1,5-2 cm dengan jarak tanam dalam baris 5 4. Setelah anda selesai melakukan penanaman benih, buat alur di antara baris tanaman. Selanjutnya, taburkan pupuk urea sebanyak 20%,  SP-36 sebanyak 100%, dan KCI sebanyak 50% dari dosis yang dianjurkan. Sementara, sisa pupuk lainnya diberikan pada saat umur tanaman mencapai 15 hari setelah tanam.

4. Tutup lubang benih dan alur pupuk menggunakan tanah. Dan selanju5 lakukan penyiraman secara teratur. Ada hal yang perlu anda perhatikan ketika benih belum tumbuh, yakni penyiraman sebaiknya dilakukan dengan sistem pengairan melalui selokan. Hal itu memiliki tujuan untuk menghindari benih terbawa air siraman. 

5. Ketika usia tanaman mencapai hari ke 10-15 setelah tanam, hal yang wajib anda lakukan adalah membersihkan gulma dan tanaman parasit yang tumbuh di bedengan. Lakukan juga penjarangan apabila tanaman tumbuh terlalu rapat. 

6. Untuk semakin menyuburkan pertumbuhan tanaman kangkung, lakukan pula pemupukan menggunakan NPK yang diberikan dalam bentuk kocoran. Caranya adalah dengan melarutkan 200 gram pupuk/plot dalam 10 liter air, lalu siram di pangkal tanaman. Anda harus berhati-hati melakukan pengocoran tersebut karena jika mengenai daun akan berisiko menyebabkan daun menjadi layu. Aplikasi pemberian NPK ini dilakukan pada saat tanaman berumur 14 dan 21 hari setelah tanam.

7. Salah satu musuh pengganggu yang akan anda hadapi adalah serangan hama. Oleh karena itu lakukan pengamatan terhadap serangan hama, jika diperlukan pasang perangkap serangga untuk memcegah berkembangnya hama.

8. Ulangi semua tahapan tersebut untuk penanaman berikutnya, masing-masing 5 plot pada minggu kedua, ketiga, dan keempat. 

Masa Panen dan Pascapanen 
1. Masa panen kangkung dapat dilakukan setelah tanaman berumur 20-30 hari daru awal tanam. Pemanenan dilakukan secara bertahap, yakni setiap minggu sebanyak lima plot sesuai dengan umur kangkung siap panen. 

2. Lakukan kegiatan pengairan pada lahan menjelang panen agar anda lebih mudah saat mencabutnya. Kemudian cuci kangkung dengan air untuk membersihkan sisa-sisa tanah yang masih menempel di permukaan daun, batang, maupun pada akar

3. Tiriskan kangkung dengan cara dikeringanginkan agar tidak menjadi mudah busuk. Selanjutnya ikat kangkung yang sudah bersih dengan bobot per ikatan 200-250 gram. Agar lebih menarik, ikat menggunakan label atau kemasan plastik.
(Referensi buku: 19 Bisnis Tanaman Sayur Paling Diminati Pasar)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait