Usaha Murah dengan Es Dawet Modern

Minuman tradisional yang telah dikenal baik seantero nusantara adalah dawet atau cendol. Dawet dan cendol merupakan dua kata yang memiliki kemiripan arti, yakni minuman tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan. Di pulau Jawa, ada beberapa jenis dawet atau cendol yang sudah populer bagi penggemar minuman tradisional, yakni es dawet banjar, dawet ponorogo,  dan cendol bandung.

Dalam pemasarannya, minuman dawet atau es cendol biasanya dijual di pasar-pasar tradisional, dan di pusat-pusat keramaian, bahkan penjualannya pun mulai merambah hingga pusat perbelanjaan di kota besar dengan penyajian kemasan plastik atau mangkuk dengan potongan es batu. 

Pada masa lalu, kita umumnya hanya mengenal es dawet hijau alami yang dipadukan dengan air santan kelapa dan gula merah. Nah, di zaman sekarang, kita telah mengenal aneka dawet dengan variasi bahan dasar, seperti tepung terigu, tepung tapioka, tepung sagu,  tepung ketan dan lain sebagainya. Jenis  isiannya juga semakin bervariasi, misalnya dengan tambahan kacang hijau atau potongan buah nangka. 

Ide Kreatif Menjual Dawet Tradisional dalam Kemasan Gelas Cup 
Usaha es dawet atau cendol memang merupakan bidang usaha yang memiliki banyak peminat karena sedikit membutuhkan modal. Namun, tidaklah banyak orang yang sukses menjalankan bisnis ini. Mungkin mereka kurang memperhatikan hal-hal berikut ini: 

1. Berikan ciri khas pada produk. Produk es dawet yang akan laku adalah produk yang memiliki ciri tersendiri dibandingkan para pesaing, termasuk dengan bisnis waralaba yang telah ada.
2. Jual es dawet kemasan di keramaian seperti swalayan atau pusat perbelanjaan. Hal ini sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan nilai jual dawet yang selama ini lebih dikenal di pasar tradisional.
3. Ciptakan resep es dawet yang fenomenal. Artinya memberikan cita rasa yang berbeda dan mungkin sedikit agak unik.

Contoh Resep Dawet Tradisional
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Dawet antara lain: 300 gram tepung beras, 30 gram tepung tapioka, 800 ml air, 1 sdt garam halus, 2 sdm air kapur sirih, pewarna berupa daun pandan secukupnya.
Bahan untuk membuat Kuah dan Sirup antara lain: 2 liter santan, 300 gram gula merah, dan 2 ikat daun pandan.

Cara Membuat Es Dawet
Langkah pertama adalah melarutkan tepung beras dan tapioka dengan 1 gelas air. Rebus 4-5 gelas air, bersama dengan garam, air kapur sirih, dan pewarna dari daun pandan sampai mendidih. Setelah itu, masukkan larutan tepung, aduk dan biarkan sampai mengental seperti bubur, lalu angkat.  Siapkan sebuah wadah yang sudah berisi air dingin. Kemudian langkah berikutnya adalah memasukkan adonan bubur ke dalam cetakan dawet, tekan sampai keluar butiran memanjang terjatuh ke dalam air dingin dan mengapung. Lakukan hingga adonan habis. Bahan dawet pun telah selesai dibuat.

Tahap berikutnya adalah pembuatan Kuah dan sirupnya. Caranya rebus santan dengan api kecil hingga mendidih, lalu angkat / sisihkan. Rebus gula merah hingga mencair, tambahkan daun pandan. Biarkan masak hingga harum, kemudian angkat.

Cara menyajikan es dawet: masukkan 100 gram dawet, 100 ml santan, 2 sdm gula merah cair, dan es batu ke dalam cup plastik. Tutup dengan cupsealer. Es Dawet berbahan beras pun siap dinikmati oleh konsumen menggunakan sendok atau sedotan ukuran besar. (Referensi: Buku 19 Inspirasi Bisnis Minuman dan Aneka Snack karya Yuyun Anwar)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait