Tipe Pebisnis Berdasarkan IQ, EQ, dan SQ

Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ) adalah sederet ukuran kemampuan seseorang yang menjadi bagian dari kehidupannya. IQ berkaitan dengan kecerdasan otak, EQ berkaitan dengan kecerdasan emosional, dan SQ berkaitan tentang kemampuan dalam memaknai kehidupan.

Tingkat kemampuan dan dominasi setiap unsur tersebut pada masing-masing individu adalah berbeda, sehingga ada kelompok orang yang lebih cenderung mengutamakan otaknya dalam memecahkan masalah, ada pula kelompok orang yang lebih mengutamakan emosionalnya, dan ada juga yang lebih sering memakai kemampuan Spiritual Quotient-nya. Hal ini juga berlaku dalam dunia bisnis, sehingga kita dapat mengelompokkan tiga jenis pengusaha yang bertipe IQ, EQ, dan SQ.

Pebisnis dengan Dominasi IQ
Pebisnis yang lebih beradaptasi terhadap kemampuan IQ-nya selalu berusaha mempersiapkan segala sesuatunya secara cermat dan sistematis. Ciri-ciri pebisnis bertipe ini antara lain:
  • Dalam memulai sebuah bisnis, mereka sering mengandalkan kelayakan studi (feasibility study). 
  • Mereka menggunakan hitung-hitungan matematis dan agak kaku saat merinci biaya (cost), baik yang fixed maupun variable. 
  • Jika secara kalkulasi si pebisnis merasa kurang menguntungkan (dan biasanya ketat), maka kemungkinan besar ia belum mau memulai bisnisnya. 
  • Pasca menyusun kalkulasi kelayakan bisnis dengan cermat, tipe pebisnis ini tidak akan langsung memulai bisnis, tetapi akan mempertimbangkan banyak hal lainnya.
  • Biasanya para pebisnis yang mengedepankan IQ akan mempertimbangkan soal lokasi, promosi dan lamanya return modal.  
  • Pebisnis yang mengutamakan IQ biasanya sering terlambat memulai usaha, karena saat yang lain sudah memulainya, ia baru memasuki pasar sehingga berjalan beberapa langkah di belakang. Pebisnis yang mengadopsi kemampuan IQ lebih sering tidak meraup keuntungan yang maksimal, karena pasar sudah banjir dengan produk atau jasa sejenis.
  • Kelebihan para pebisnis ini adalah mampu memproyeksi keuntungan dan kerugian secara cermat. Selain itu, keuntungan lainnya adalah ia sudah bisa menyiapkan permodalan awal dan tambahan pada tahun yang telah dihitung. Jika Anda suka berpikir secara ilmiah, maka Anda termasuk jenis pengusaha ini. 

Pebisnis dengan Dominasi EQ
Berbisnis bukan hanya sekedar hitung-hitungan matematis semata. Ada banyak hal yang terlibat, satu diantaranya adalah soal emosi dan rasa. Pebisnis yang mengedepankan emosi atau Emotional Quotient (EQ)  saat memulai bisnis memiliki ciri-ciri dan karakter tertentu, antara lain:
  • Pebisnis tipe EQ ini tidak perlu atau membutuhkan waktu yang lama saat ingin memulai sebuah bisnis. Cara berpikirnya dalam mendirikan bisnis tidak dijalankan dengan hitungan yang terlalu ribet (rumit).  
  • Pebisnis jenis in lebih mengandalkan feeling-nya daripada pertimbangan rasio-nya.
  • Keyakinan utama para pelaku bisnis yang bertipe EQ ini adalah jika usaha yang ia lakoni dipegang dengan sikap baik, pasti akan mebcapai kemajuan.
  • Pebisnis dengan balutan EQ cenderung melihat banyak sisi positif dari usaha baru yang akan dimulainya.  
  • Pebisnis ini lebih mengutamakan kepercayaan partner bisnis yang memang benar-benar mampu di bidang yang akan dimulainya. Bahkan ketika mengawali sebuah bisnis, para entrepreneur EQ ini tidak segan-segan mempercayakannya pada profesional yang dirasa prospektif dan menguntungkan.  
  • Hal yang terbilang positif dari tipe pengusaha ini adalah mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menantikan peluang terbaik dalam memulai bisnisnya. Sehingga jika tepat sasaran, mereka akan memperoleh keuntungan maksimal. 
  • Yang menjadi sisi kelemahan dari pebisnis EQ ini adalah mudah terpengaruh oleh masukan orang yang memang telah sukses di bidang yang akan diminatinya tersebut. Jika Anda termasuk pebisnis yang tidak terperinci dalam hitungan, tetapi lebih mengutamakan kepercayaan, maka Anda merupakan sosok pebisnis EQ. 

Pebisnis dengan Dominasi SQ 
Tipe pelaku bisnis yang cenderung membalutkan dirinya dalam Spiritual Quotient (SQ) umumnya selalu mengedepankan dan mengutamakan ahlak, moralitas, serta etika. Mereka tidak mau menghalalkan segala cara untuk meraup keuntungan bisnis. Beberapa keunikan yang dimiliki oleh pengusaha bertipe spiritual tersebut antara lain:
  • Selalu berupaya untuk menghindari praktik bisnis yang tidak halal dan curang.
  • Pebisnis yang mengedepankan nilai-nilai spiritual (Spiritual Quotient) cenderung berusaha lebih mempertimbangkan manfaat produk atau jasanya agar berdampak maksimal bagi pelanggannya.
  • Para pebisnis tipe SQ dalam memulai usaha selalu mempertimbangkan aspek keumatan, khususnya yang menyangkut soal kehalalan produk atau jasa, dan kontinuitasnya.  
  • Pebisnis SQ tidak akan membiarkan pengisian pundi-pundi profitnya dengan cara menjatuhkan produk milik para kompetitornya. 
  • Pebisnis cenderung tidak akan memilih bisnis yang hanya mendatangkan keuntungan besar namun kurang bermanfaat bagi orang lain. Bagi mereka kepuasan konsumen adalah hal yang paling penting untuk dijaga.
  • Hal yang bisa dibanggakan dari tipe SQ adalah memiliki kelebihan tersendiri yakni perjalanan hidup pribadi dan bisnisnya relatif akan berada dalam kondisi yang lebih tenang dan nyaman karena dipenuhi oleh nilai moral dan spiritual. Jika anda termasuk tipe bisnis ini, maka banyak orang yang mengatakan bahwa anda adalah sosok yang berjiwa sosial.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait