Sekilas Cerita Motivasi Memulai Bisnis

Dalam sebuah seminar bisnis di kota Pontianak yang berjudul "Berani Memulai Bisnis" ada seorang peserta yang membacakan sebuah pantun motivasi:
Kue cadik bertabur kismis
Pohon dadap dihuni tupai
Kalau anda ingin berbisnis
Nasihat adik, segeralah mulai

"Mulai" merupakan kata kunci utama saat kita ingin menjadi seorang wirausahawan. Bahkan kegagalan yang paling besar di dalam berbisnis terjadi manakala kita tidak pernah berani memulainya, karena sudah barang tentu tidak akan pernah menjumpai keberhasilan. Jika demikian, maka sifat gagal menjadi hal yang mutlak. Seandainya kita telah berusaha memulainya dan ternyata berhadapan dengan kegagalan, maka jadikan kegagalan tersebut sebagai jalan untuk memperkaya pengalaman hidup.  Selama kita berupaya untuk tidak pernah berhenti, maka kata "gagal" akan menjadi modal untuk mencapai kesuksesan. 

Ketika kita ingin "memulai usaha" maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan, mulailah dari diri-sendiri, mulailah saat ini dan mulailah dari yang ada. 

BISNIS SEKARANG
Memulai bisnis pertama-tama, harus didorong oleh keinginan dari diri sendiri. Hindari untuk menunggu ataupun bergantung kepada orang lain, karena hal tersebut biasanya membuat kita menjadi ragu dan hanya memperbesar peluang untuk tidak pernah mulai. Memulai harus dilakukan pada saat ini, dan jangan terlalu lama menunggu ataupun melakukan pengkajian yang super njelimet, apalagi untuk membangun usaha skala kecil, mikro dan menengah. Terlalu lama larut dalam penundaan akan memunculkan rasa bimbang dan ketakutan yang ujung-ujungnya bisa membatalkan rencana bisnis anda. 

Bisnis harus dimulai dari apa yang ada, apa yang kita punya, dan yang mampu kita jalankan. Jangan menunggu sesuatu yang tidak ada. Menunggu modal dari orang lain pada saat awal membangun bisnis tampaknya terlihat naif, karena para pengusaha yang sudah berpengalaman dan memiliki bisnis yang mapan pun sering kesulitan dalam mendapatkan modal dari sumber lain, misalnya dari lembaga perbankan. 

Bila anda memiliki kemampuan dalam mendidik dan mengajar, maka bisa diarahkan ke usaha bimbingan belajar privat. Anda yang pandai dalam kemampuan merawat tubuh dapat menjadi modal membuka jasa layanan salon mobile (bergerak) yang datang ke rumah pelanggan. Untuk memperbesar bisnis yang anda bangun, maka perlahan-lahan dan secara bersamaan perlu melakukan perbaikan terus-menerus dalam berbagai hal, termasuk penataan kemampuan mental, sumber daya manusia, organisasi, permodalan, dan lain-lain yang berkaitan dengan bisnis anda.

Walter Elias Disney, yang merupakan sosok pendiri kerajaan bisnis Disney Land, mengatakan "Kalau usaha kita mau besar dan terus membesar, maka kita harus membangun suatu kelompok karyawan yang berotak cerdas dan sanggup bekerja keras, bahkan sangat keras." Untuk mewujudkan hal itu, ia memperbanyak pelatihan, yang juga menjadi ajang bertukar pengalaman serta berdiskusi antar karyawan. Disney juga ikut aktif sebagai pengajar dan peserta. Bahkan untuk pendidikan para kartunis, ia menyediakan laboratorium yang berisi binatang-binatang yang sesuai dengan kebutuhan, misal tikus, bebek, burung pelatuk, rusa, anjing, dan sebagainya, sehingga para kartunis dapat mempelajari dan mengamati secara langsung beragam tingkah laku binatang yang akan digambarkan, misalnya ketika berjalan, tidur, berkelahi, lari, maupun saat makan. Pusat pelatihan kartunis ini tampak seperti kebun binatang, namun pada akhirnya para kartunis yang diasuh Disney mampu menciptakan produk-produk kartun yang realistis dan menyentuh emosi penontonnya.

Karyawan memang merupakan unsur penting bagi berkembangnya suatu usaha. Karyawan yang tidak memiliki motivasi kerja yang baik biasanya akan sering mengeluh tentang berbagai hal, sementara karyawan yang mempunyai daya kemampuan kerja rendah akan menenggelamkan usaha. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan kepemimpinan yang mapan dan budaya organisasi perlu menjadi perhatian yang serius. Dalam kepemimpinan, sang pemimpin harus berjalan pada visi yang menatap masa depan dan dalam tindakan dan keputusannya perlu menjadi orang yang tahu jalan dan tahu bagaimana cara menempuh jalan tersebut, sehingga para karyawan akan termotivasi dengan sendirinya. Membangun budaya perusahaan yang kuat berarti membangun pola sikap, keyakinan, dan harapan agar karyawan bekerja keras untuk menggapai visi dan impian semua orang yang berada di perusahaan tersebut. 

Jakob Oetama, sosok pemimpin Kelompok Kompas Gramedia (KKG) bisa kita jadikan panutan untuk hal ini. Pria yang lahir di sebuah dusun di sisi Candi Borobudur ini pernah menjadi tenaga pengajar tingkat SLTP sebelum ikut mendirikan surat kabar Kompas pada pertengahan tahun 1960-an. Kemudian ikut menata Gramedia, usaha toko buku yang dirintis di sebuah ruko di Jalan Gajah Mada, Jakarta. Jakob Oetama mengantarkan Kompas menjadi salah satu raksasa surat kabar nasional yang menawarkan jurnalisme damai dan berhasil membuka horizon pers yang modern, bertanggung jawab, dan berperspektif jauh ke nonpartisan. Kompas bukan sekadar surat kabar tetapi juga gurita bisnis. KKG adalah bisnis surat kabar dan majalah terbesar di negeri ini. Kini, gurita bisnis tersebut berkembang ke berbagai bidang, seperti penerbitan, jaringan toko buku, perhotelan, pendidikan, dan sebagainya. Sejak pertama berdiri hingga saat ini, beliaulah pemimpinnya. 
(Referensi diambil dari Buku Membentuk Karakter Pengusaha karya Jackie Ambadar, Miranty Abidin, dan Yanty Isa) Lihat sumber >>

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait