Bisnis Investasi Kredit Emas di Bank Syariah

Jika anda tidak memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dalam bentuk emas, khususnya emas batangan, maka anda dapat melakukannya dengan cara kredit. Saat ini ada banyak lembaga keuangan yang telah menyediakan layanan kredit emas, satu diantaranya adalah bank syariah, yang sudah mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. Beberapa bank syariah di Indonesia telah menyediakan produk yang memungkinkan para nasabahnya untuk memperoleh bantuan pembiayaan untuk membeli emas batangan.

Dalam transaksi kerjasama tersebut, pihak bank syariah akan mendapatkan keuntungan berupa margin dari pembiayaan yang dilakukannya. Sementara itu, para nasabah yang melakukan kredit emas akan memperoleh keuntungan berupa kemudahan pembayaran yang dilakukan secara bertahap. 

Berdasarkan pengalaman beberapa pelaku investasi, nilai harga emas cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sehingga sering kali saat masa kredit telah habis, para nasabah mendapatkan harga emas yang tinggi, sehingga jika dijual, maka mereka telah mendapatkan keuntungan selisih harga emas tersebut.  

Jika anda berencana terjun ke investasi emas batangan dengan cara kredit, maka ada banyak pilihan lembaga keuangan yang menawarkan pembelian emas batangan dengan sistem kredit, satu di antaranya adalah Bank Mega Syariah. Sistem kredit yang digunakan dalam bank ini terbilang sederhana, dan pada umumnya sistem dan skema pembayaran yang digunakan oleh bank lain juga tidak jauh berbeda dengan sistem kredit Bank Mega Syariah. Pada prinsipnya, perhitungan yang diberlakukan hanya terdiri dari beberapa komponen, yaitu uang muka, angsuran, dan margin. 

1. Uang muka adalah biaya awal yang dibayarkan pada saat mengajukan permohonan atau proposal pembiayaan kredit. Jumlah uang muka yang harus dibayar nasabah minimal 10%  dari harga perolehan emas batangan yang akan dibeli secara kredit.  
2. Angsuran adalah jumlah cicilan per bulan, dengan jangka waktu pelunasan sekitar 4 bulan. 
3. Margin adalah bagian keuntungan yang menjadi hak pihak bank karena telah memberikan jasa pinjaman kepada nasabah. Besarnya adalah 1,7%  untuk setiap bulannya dan dihitung secara menyusut.

Berikut disajikan contoh penghitungan pembelian emas batangan secara kredit. Misal Pak Amir membeli secara kredit emas batangan seberat 25 gram yang harga perolehannya 9.000.000 rupiah sesuai dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh Antam. Pada saat pembayaran, Pak Amir harus mengeluarkan uang muka sebesar 10% x Rp 9.000.000 = Rp 900.000,-
Dengan uang muka tersebut, pihak bank akan segera melakukan pembelian emas batangan 25 gram dan menyimpannya di bank.

Lalu, berapakah jumlah uang angsuran yang harus dibayar Pak Amir per bulannya? Dengan uang DP sebesar 900.000 rupiah tersebut, berarti Pak Amir perlu meminjam uang sebesar Rp 8.100.000 kepada pihak bank agar sesuai dengan jumlah harga perolehan emas tersebut (Rp 9.000.000). Jika Pak Amir berencana melunasinya selama 4 bulan, maka secara sederhana jumlah angsuran yang dibayarkan per bulan adalah jumlah pinjaman dibagi 4, yakni (8.100.000 : 4) = 2.025.000 rupiah.

Jumlah uang sebesar Rp 2.025.000 tersebut belum termasuk margin keuntungan yang harus dibayarkan oleh Pak Amir kepada pihak bank atas jasa pinjaman dana. Margin keuntungan pihak bank bersifat menyusut. Artinya, setelah nasabah (Pak Amir) melakukan pembayaran angsuran pertama, maka perhitungan margin untuk bulan berikutnya akan lebih kecil. 

Berikut ini perhitungan besarnya margin setiap bulan yang wajib dibayar oleh Pak Amir:
Bulan 1 =>  1,7% x 8.100.000 = 137.700 
Bulan 2 =>  1,7% x 6.075.000 = 103.275 
Bulan 3 =>  1,7% x 4.050.000 =   68.850 
Bulan 4 =>  1,7% x 2.025.000 =   34.425 

Jika kita perhatikan skema pembayaran angsuran dan biaya margin yang dilakukan oleh Pak Amir, diketahui bahwa pada bulan pertama yang menjadi dasar perhitungan adalah total pembiayaan sebesar 8.100.000, sedangkan pada bulan kedua yang menjadi perhitungan adalah Rp. 6.075.000. Perubahan angka tersebut terjadi karena Pak Amir telah melakukan pembayaran angsuran pertama sebesar Rp 2.025.0000. Skema perhitungan tersebut dilakukan secara berulang untuk perhitungan pada bulan ketiga dan keempat. Total margin keuntungan yang didapatkan oleh pihak bank adalah sebesar Rp 344.250,-

Dari total biaya margin keuntungan pihak bank dan harga dasar emas, maka Pak Amir dalam berinvestasi dengan sistem kredit mengeluarkan jumlah total pembelian sebesar Rp 9.344.250 untuk emas batangan seberat 25 gram.

Lalu, berapa dan bagaimanakah cara menghitung keuntungan yang akan diperoleh Pak Amir? Jawabannya tergantung fluktuasi harga terakhir emas batangan saat masa pelunasan telah tiba atau ketika emas batangan tersebut telah sepenuhnya menjadi hak Pak Amir. Jika pada bulan keempat harga emas berada di atas angka awal (naik), maka Pak Amir mendapatkan keuntungan karena telah melakukan pembelian secara kredit.  Namun, jika pada hari itu harga emas yang sama ternyata di bawah angka tersebut, maka bisa dikatakan Pak Amir telah mengalami kerugian karena membeli secara kredit.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait