Tips Mengelola Keuangan Bisnis Tahun 2015

Mengelola finansial bisnis tak jauh bedanya dengan mengelola keuangan pribadi. Namun, ketika menjalankan keduanya, anda sebagai pengusaha harus pintar - pintar memisahkan antara cara mengelola keuangan usaha dan keuangan pribadi. Kecermatan dalam mengatur keuangan bisnis akan membawa kegemilangan bagi perusahaan anda. Lalu bagaimana cara mengatur keuangan tersebut, agar usaha semakin baik di tahun depan.

Berikut disajikan 5 tips memanaje keuangan usaha yang bisa menjadi acuan agar berada pada jalur yang benar di tahun 2015.

1. Perlindungan Diri
keuangan bisnis 2015Karena saking semangatnya dalam menjalankan perusahaannya, sering kali para pengusaha terlupa akan dirinya sendiri. Ketika para pengusaha terlalu fokus pada bisnis yang mereka bangun, biasanya mereka sering melupakan tentang apa dan bagaimana melindungi sesuatu yang lebih penting dan berharga, yakni diri mereka sendiri. Banyak pengusaha yang membeli beragam produk asuransi untuk melindungi perusahaan mereka. Semestinya anda juga memastikan bahwa diri anda terlindungi dengan asuransi, termasuk kesehatan, cacat, hidup, dan selebihnya untuk menjaga aset. Tanpa memiliki perlindungan asuransi yang tepat, maka kondisi yang tak terduga seperti bencana alam, dapat mengganggu stabilitas keuangan dan juga bisa mengakhiri roda kewirausahaan Anda.

2. Perhatikan Sirkulasi Arus Kas
Dalam membangun dan menjalankan sebuah bisnis, arus kas merupakan hal yang penting. Anda senantiasa harus mampu memastikan dan menjaga semua hal berjalan sesuai dengan rencana bisnis, dan mampu memahami kapan saatnya anda harus melakukan langkah-langkah sementara, misalnya jalur kredit.

3. Sediakan Dana Darurat Tunai
Arus kas terkadang macet di tengah jalan, atau berjalan lancar namun tidak dalam bentuk dana segar. Nah, agar keuangan perusahaan anda tetap berotasi baik, maka anda perlu memiliki dana cadangan, atau sebut saja tabungan, dana ekstra, dana darurat, atau apapun namanya. Sebagai seorang wirausahawan harus menyiapkan dan memiliki dana kas tunai yang berguna tatkala bisnis Anda mengalami masa paceklik.

4. Kembangkan Uang dalam Berbagai Investasi
Banyak pengusaha yang berprinsip bahwa dua keran kecil lebih baik dari satu keran besar. Artinya, ketika salah satu keran macet, maka masih ada satu keran lainnya yang masih bisa mengalirkan air. Sebagai seorang pengusaha, hendaknya  memikirkan dan berusaha untuk menggali sumber penghasilan lain di luar bisnis yang sedang digelutinya. Hal tersebut dimaksudkan bahwa ketika bisnis utama sedang mengalami keterpurukan, maka masih tersedia sumber daya lain yang bisa diandalkan sementara, sembari menantikan kebangkitan roda bisnis utama.

5. Persiapkan Masa Pensiun
Sebagai seorang pengusaha (wiraswasta) tentu tidak memiliki batasan dan tunjangan masa pensiun seperti orang lain, khususnya seperti para pegawai negeri sipil. Namun, hal ini bukan berarti bahwa mereka tidak bisa mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan. Oleh karena itu, sebagai seorang entreprenur sejati harus melakukan langkah ekstra dalam menentukan rencana pensiun diri dengan cara membuat rekening pensiun.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait