Mengenal 5 Program BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang cikal bakalnya berasal dari PT Jamsostek. Sesuai dengan Undang Undang No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, maka badan ini dipercaya untuk menyelenggarakan program asuransi jaminan sosial tenaga kerja, yang meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT) dengan penambahan Jaminan Pensiun mulai 1 Juli 2015. Sedangkan program yang menyangkut tentang jaminan kesehatan bagi para pekerja dan keluarganya dialihkan ke BPJS Kesehatan.

BPJS Ketenagakerjaan yang dibentuk pada 1 Januari 2014  memiliki 5 program unggulan yang ditujukan kepada para pengusaha dan tenaga kerja. Program-program tersebut merupakan program perlindungan dasar yang menjamin masa depan para pekerja akibat ketidakpastian risiko - risiko sosial ekonomi yang mungkin akan menimpa mereka. Apa sajakah program BPJS Ketenagakerjaan tersebut?

1. Jaminan Hari Tua (JHT)
bpjs ketenaga kerjaanProgram ini boleh dikatakan sebagai tabungan untuk hari tua. Ketika seorang tenaga kerja telah memasuki umur 55 tahun, maka ia akan memperoleh seluruh iuran yang telah dikumpulkan selama menjadi peserta ditambah dengan hasil pengembangannya. Peserta (pekerja) yang meninggal dunia atau cacat total permanen juga berhak menerima klaim asuransi tersebut. Jumlah iuran dalam program JHT tersebut ditanggung oleh perusahaan sebesar 3,7% dan oleh peserta sebesar 2%.

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Ada beragam pekerjaan yang ternyata memiliki potensi risiko kecelakaan yang tinggi. Contohnya anda bisa baca di link ini! Namun, tak jarang kita jumpai terjadinya kecelakaan yang dialami para pekerja di tempatnya bekerja, padahal tempat kerjanya masih tergolong aman. Oleh karena itu, keikutsertaan pada program JKK ini sangat rasional tanpa perlu memandang aman tidaknya situasi tempat kerja tersebut. Tanggung jawab kesehatan dan keselamatan para tenaga kerja berada di tangan pengusaha sehingga perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja yang berkisar antara 0,24% - 1,74% sesuai kelompok jenis usaha.

3. Jaminan Kematian (JK)
Tak ada yang bisa menduga datangnya kematian. Selain membawa duka yang mendalam, kematian juga sering kali mendatangkan kesusahan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Untuk meringankan ahli waris dari cobaan berat tersebut, maka diadakannya program Jaminan Kematian, dimana kematian yang dimaksud bukan karena kecelakaan kerja. Pengusaha wajib menanggung iuran Program Jaminan Kematian sebesar 0,3% dengan jumlah jaminan yang diberikan adalah Rp 21.000.000,- terdiri dari Rp 14.200.000,- untuk santunan kematian dan Rp 2 juta biaya pemakaman, dan santunan berkala.

4. Tenaga Kerja di Luar Hubungan Kerja (TK-LHK)
Orang yang tidak bekerja pada suatu perusahaan dapat juga mengikuti program jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan. Orang-orang yang bekerja di sektor informal seperti pedagang kaki lima, tukang ojek, nelayan, dan sebagainya dapat merasakan perlindungan jaminan sosial dengan menjadi peserta program TK-LHK. Karena tidak terikat oleh organisasi perusahaan, maka peserta menanggung sendiri iuran sepenuhnya secara mandiri. Jumlah iuran TK LHK ditetapkan berdasarkan nilai nominal tertentu menurut upah sekurang-kurangnya setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau UMK (Kab/Kota).

5. Sektor Jasa Konstruksi
Para pekerja konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan yang memiliki potensi bahaya yang tinggi. Oleh karena itu, para Kontraktor ataupun Sub Kontraktor harus menjamin keselamatan para pekerjanya (baik itu Tenaga Kerja Harian Lepas, Tenaga Borongan dan Tenaga Kerja yang Terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dengan jaminan sosial sektor konstruksi yang berupa JKK (kecelakaan) dan JKM (kematian) dengan jumlah iuran mulai dari 0,24% dari total nilai kontrak kerja konstruksi. Sumber BPJSketenagakerjaan.go.id

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait