Ini Tren Ekonomi 2015 yang Paling Mengkhawatirkan

Apa masalah di bidang ekonomi yang paling berpengaruh pada tahun 2015 ini? Menurut artikel yang dimuat dalam forumblog.org, tantangan dan kendala terbesar adalah "Kesenjangan". Mengapa Kesenjangan merupakan tren tahun 2015 yang paling mengkhawatirkan? Ketimpangan merupakan salah satu tantangan atau masalah yang akan dihadapi oleh banyak negara di dunia. Gap atau kesenjangan dalam hal pendapatan antara kelompok - kelompok masyarakat menjadi salah satu isu yang paling terlihat dan dapat berdampak pada ketidaksetaraan yang lebih kompleks.

Menurut para ahli, jurang ketimpangan pendapatan diidentifikasi sebagai tren negatif yang paling signifikan pada tahun 2015 ini.

OUTLOOK EKONOMI 2015
Di negara-negara maju dan berkembang, setengah termiskin dari populasi sering mengontrol kurang dari 10% dari kekayaannya. Ini merupakan tantangan universal yang harus disadari seluruh dunia. Meskipun pertumbuhan ekonomi global diprediksi mengalami peningkatan di tahun ini, namun tantangannya juga seimbang, yakni kemiskinan, degradasi lingkungan, pengangguran terus-menerus, ketidakstabilan politik, kekerasan dan konflik.

Apa akibatnya jika jurang ketimpangan ekonomi tersebut tidak segera diatasi? Orang-orang, khususnya kaum muda, akhirnya akan merasa kehilangan haknya dan menjadi mudah terpancing konflik. Jika hal ini sering terjadi, maka sudah pasti akan mengganggu pertumbuhan ekonomi, melemahkan kohesi sosial dan keamanan, memperlambat pembangunan, dan juga bisa merusak demokrasi.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Pew Global Attitudes Survey tahun 2014 di tujuh negara Afrika Sub-Sahara diperoleh data bahwa lebih dari 90% dari responden menganggap kesenjangan antara kaya dan miskin sebagai masalah besar, sementara di Amerika Serikat 80% responden menyatakan hal yang sama. Untuk menghindari potensi kesenjangan tersebut, beberapa negara telah mengambil langkah kebijakan, seperti negara Rwanda, Brasil, Meksiko, dimana akses sumber daya negara dibagi secara merata.

Dalam rangka mengatasi ketidaksetaraan, negara harus membuat kebijakan terpadu (integral) yang menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, termasuk pula akses terhadap pendidikan, kesehatan dan sumber daya. Data dari Pew menunjukkan orang cenderung percaya bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kesenjangan kekayaan, tetapi pemerintah tidak bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Mengatasi ketidaksetaraan tidak hanya tanggung jawab tetapi juga warga itu sendiri. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait