Kisah Gagal Mengajukan Bantuan Dana Crowdfunding

Crowdfunding atau pengumpulan dana usaha gotong royong menjadi salah satu cara menggali dana bagi para calon pengusaha yang memiliki ide-ide bisnis brilian namun terkendala modal. Anda bisa memahami apa itu "crowdfunding" pada link ini! Menurut laporan situs Crowdfund Inseder, kesuksesan pengajuan bantuan modal dengan sistem crowdfunding tidaklah lebih dari 50%. Hingga Agustus 2013, Kickstarter hanya berhasil merealisasikan 44% dari semua rencana proposal bantuan modal usaha yang diajukan.

Sementara Indiegogo tidak lebih dari 10% berhasil mewujudkan proposal bisnis para entrepreneur. Dan berikut disajikan beberapa kisah proposal pengajuan bantuan modal usaha crowdfunding yang gagal memenuhi target dari para backer (penyokong).

crowdfundingNew York City Opera
New York City Opera didirikan oleh wali kota Fiorella La Guardia pada tahun 1943 sebagai wahana untuk opera rakyat. Setelah 7 dekade, lembaga ini akhirnya mengalami kesulitan uang untuk meneruskan operasionalnya. Melalui situs Kickstarter, pada bulan September, Opera City mengumumkan bahwa mereka membutuhkan bantuan dana sekitar $ 20 juta untuk bisa mendanai produksi untuk sisa musim 2013-2014, dan $ 7 juta untuk mampu perusahaan untuk bertahan hidup bulan-bukan berikutnya. Setelah 1 bulan melakukan kampanye penggalangan dana, mereka hanya berhasil menerima janji pendanaan sebesar $ 301.019 dari $ 1 juta yang dibutuhkan. Akhirnya, kegagalan pengumpulan dana crowdfunding tersebut membuat pihak The New York City Opera mengajukan perlindungan kebangkrutan pada tanggal 3 Oktober 2013 lalu.

Ubuntu Edge Phone
Project ini adalah rencana pembuatan ponsel pintar yang akan menggabungkan kemampuan komputer dan ponsel. Dibutuhkan modal sekitar 32 juta dolar, namun hanya berhasil terkumpul $ 12,8 juta yang berasal dari 27.000 backers (investor). Meskipun tidak memenuhi target, namun proposal yang diajukan oleh perusahaan software Canonical tersebut telah menarik perhatian banyak orang, dan membuat catatan record dengan berhasil mengumpulkan dana sementara sebesar $3.4 juta dalam waktu 24 jam.

Zosia Mamet's Music Video 
Setelah beberapa artis sukses menarik dana crowdfunding dengan project-project mereka, langkah ini juga diikuti oleh aktris Zosia Mamet, putri dramawan pemenang hadiah Pulitzer, David Mamet. Melalui situs Kickstarter, ia ingin menggali dana sebesar $ 30.000 atau lebih dari 300 juta rupiah untuk mendanai proyek musik video tentang lagu rakyat.

Aktris, yang dikenal sebagai Shoshanna Shapiro pada hit HBO seri Girls tersebut tidak berhasil menggali dana yang ditargetkan, dan hanya didukung oleh 80 orang dengan total dana sebesar $ 2783. Rupanya masyarakat kurang antusias terlibat dalam project yang digalang oleh putri kaya tersebut.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait