Hemat Pangkal Kaya, Kerja Keras Pangkal???

Suatu hari di sebuah ruang kerja, seorang karyawan tengah memanfaatkan waktu jam makan siangnya dengan membuat rincian kalkulasi jumlah biaya pengeluaran bulanan untuk kebutuhan hidup rumah tangganya. Dia tampak pusing memikirkan cara mengelola keuangannya agar bisa berhemat sehingga dapat menyisihkan sisa penghasilan bulanannya untuk ditabung. Secara terpirinci, dia menyusun daftar barang-barang yang boleh dibeli dalam satu minggu ke depan. Mulai dari belanja dapur, anggaran pulsa, hingga barang sekunder lainnya.

Rincian daftar pengeluaran tersebut akan dijadikan sebagai landasan dan kesepakatan bersama di dalam rumah tangganya. Dengan segenap kemampuan, dia berusaha memikirkan bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh agar bisa berhemat seefesien mungkin.

Sementara di sebelahnya, ada seorang karyawan lain yang juga terlihat sibuk memanfaatkan waktu istirahat jam kantornya dengan browsing internet, membaca informasi bisnis pada surat kabar, sambil sesekali menggunakan ponselnya untuk menghubungi seseorang. Rupanya ia tengah melakukan bisnis sampingan. Entah mungkin sebagai makelar, melakoni bisnis online, atau mungkin sedang berusaha mengumpulkan ragam informasi tentang celah bisnis atau kerja sampingan yang bisa menambah pundi-pundi penghasilannya. Ia berusaha dengan segenap kemampuannya agar bisa mendatangkan tambahan rupiah.

Dari kedua pegawai tersebut, dapat kita simpulkan tentang dua karakter yang berbeda. Karyawan pertama lebih cenderung memanfaatkan potensi dan sumber daya dalam dirinya untuk bisa berhemat mengelola anggaran sehingga mampu untuk survive (bertahan). Sedangkan karakter karyawan kedua lebih cenderung memanfaatkan potensi dan sumber daya dalam dirinya untuk bisa menghasilkan uang tambahan agar bisa tetap survive (bertahan).

Nah jika berkaca pada 2 sisi tersebut, berada dalam karakter yang manakah diri anda? Bila anda termasuk orang yang berada dalam gabungan kedua karakter tersebut, maka saya ucapkan selamat karena anda akan mudah dan cepat terbebas dari masalah finasial. Tapi sayangnya, tidak semua orang akan mampu mengambil kedua langkah tersebut secara bersamaan. 

Seseorang harus menggunakan otaknya untuk berpikir cara berhemat dan mengatur keuangan, atau berpikir bagaimana cara menghasilkan uang tambahan. Beberapa orang lebih memilih opsi yang kedua, karena menurut mereka "berpikir untuk cara berhemat" hanya akan mampu membuat kaya dalam waktu lama. Sedangkan jika "berpikir untuk mencari celah penghasilan tambahan" akan mampu memperbesar peluang menjadi kaya dalam waktu lebih singkat.

Sehingga isi pepatah yang sesuai adalah "Hemat Pangkal Kaya, Kerja Keras Pangkal Jaya". Intinya adalah jangan sia-siakan waktu, pikiran dan tenaga anda hanya untuk menemukan cara berhemat tiap bulannya, tetapi gunakanlah waktu, pikiran, dan tenaga anda untuk mendatangkan lebih banyak rupiah.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait