Kumpulan Pengusaha yang Sukses Membangun Bisnis Oleh-oleh

Bisnis oleh-oleh merupakan salah satu ceruk pasar yang cukup potensial. Potensi daerah menjadi tulang punggung keberhasilan menjalankan bisnis ini. Saat ini di setiap daerah di Indonesia, para pelaku usaha oleh-oleh kebanyakan dilakoni oleh para pedagang-pedagang kecil, dan masih sangat jarang dijumpai pebisnis yang menjalankan usahanya secara profesional.

Nah, pada postingan kali ini akan diuraikan tiga pengusaha yang telah sukses membangun bisnis oleh-oleh:

bisnis oleh-oleh
1. Denni Delyandri
Denni Delyandri adalah seorang entrepreneur muda yang berasal dari Batam. Sembari bekerja di PT Casio, ia bersama sang istri, Selvi Nurlia merintis bisnis oleh-oleh sejak tahun 2004 sebagai salah satu tambahan penghasilan. Produk pertamanya adalah berupa kerupuk udang, kue klepon kemudian membangun rumah makan padang. Selanjutnya tahun 2006, Denni memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai karyawan dan memilih untuk menjadi seorang pengusaha mandiri. Produk unggulan yang kemudian dipasarkan adalah berupa kue (cake) pisang yang diberi nama Kek Pisang Villa.

Seiring promosi wisata di kota Batam, produk buatan Denni menjadi salah satu ikon oleh-oleh bagi para pelancong di daerah kepulauan Batam. Saat ini omset bisnisnya telah mencapai 900 juta rupiah per bulan, dan untuk meningkatkan pangsa pasarnya, ia juga melayani secara online melalui situsnya www.kekpisangvilla.com (referensi: kontan.co.id)

2. Rizka Wahyu Romadhona
Rizka memutuskan untuk resign dari jabatannya sebagai manager di salah satu perusahaan telekomunikasi karena lebih memilih menekuni bisnis bakso yang saat itu tengah prospektif dengan konsep waralaba. Namun, bisnisnya mengalami kegagalan setelah banyak mitra bisnisnya yang bertindak "nakal", yakni mencampur bakso dengan baham bakso lain sehingga menurunkan kualitas produk. Tak mau terpuruk dengan kondisi tersebut, ia bersama sang suami bangkit membangun bisnis oleh-oleh berupa kue lapis khas Bogor yang berbahan ubi talas. Rasa yang enak, tekstur lembut, serta harga yang terjangkau membuat lapis talas cap Sangkuriang tersebut benar-benar menjadi buah tangan andalan Bogor. Untuk memenuhi jumlah permintaan, maka saat ini ia tengah mempekerjakan lebih dari 100 orang karyawan. (referensi: kompas.com)

3. I Gusti Ngurah Anom
Tidak memiliki gelar pendidikan tinggi bukan berarti tidak mampu berkarya dan menjadi pengusaha sukses. Hal ini telah dibuktikan oleh Ajik Anom, seorang pebisnis sukses yang hanya lulusan SMP. Berkat ketekunan, kerja keras, serta pandai mencermati peluang, ia berhasil membangun pusat bisnis oleh-oleh khas Bali yang beromset ratusan juta rupiah. Melalui brand Krisna, ia membangun pusat oleh-oleh khas Bali berkonsep modern dengan aturan lahan 30% untuk bangunan dan 70% untuk lahan fasilitas umum, misalnya tempat parkir dan taman sehingga para pengunjung menjadi lebih nyaman.

Sukses di bisnis oleh-oleh, lelaki asal Singaraja ini mulai merambah ke berbagai lini bisnis seperti rumah makan, properti, spa hingga persewaan mobil mewah dengan pemasaran juga melalui online di situs krisnabali.co.id. Kini ia telah memiliki karyawan lebih dari 1.500 orang yang tersebar di berbagai kabupaten di pulau Dewata. Dalam sebuah kesempatan ia pernah memberikan tips bagi para calon entrepreneur, yakni "memulai usaha harus dari bawah dan jangan langsung berpikir hasil, tapi bagaimana bekerja keras membangun usaha". (referensi:detik.com)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait