Gurihnya Bisnis Bumbu Sambel Pecel Kemasan

Satu hal yang menjadi penentu kesuksesan dalam memulai sebuah bisnis adalah kepercayaan dan ketekunan. Hal inilah yang menjadi pegangan dan prinsip dari seorang pengusaha kecil menengah asal Kediri - Jawa Timur yang bernama Maria Magdalena Niken. Niken yang merupakan panggilan akrabnya adalah seorang mompreneur yang memproduksi bumbu sambel pecel. Bisnisnya tersebut telah ia rintis sejak tahun 2006 lalu. Berkat kerja kerasnya tersebut ia mampu bertahan hingga kini dan bahkan pemasaran produknya tembus sampai ke luar daerah seperti Jakarta hingga ke Kalimantan.

Bersama dengan sang suami yang bernama Galih Wiyono, Niken memulai bisnis rumah tangga tersebut tanpa memiliki pengalaman yang cukup. Awal mula pendorongnya berasal dari ketua PKK setempat melalui balai pelatihan usaha.

sambal pecel kemasan
Contoh produk sambal pecel kemasan dari Madiun
Melalui pelatihan tersebut ia mendapatkan sejumlah pengetahuan sehingga menjadikan pikirannya semakin terbuka untuk berwirausaha. Dengan tekad yang kuat usahanya tersebut terus mengalami perkembangan positif. Dengan dibantu oleh seorang karyawan, Niken mampu memproduksi pesanan sambel pecel hingga 4 sampai 6 kuintal.

Produknya dilempar ke pasaran dengan ukuran kemasan tertentu. Produk sambel pecel yang berukuran 400 gram dijual dengan harga 13.500 rupiah, sementara produk dengan kemasan 1 kg dijual dengan harga 30 ribu rupiah. Tempat usahanya berada di rumahnya sendiri yang beralamat di Jln. Pamenang IV Perum Katang B11, Kabupaten Kediri.

Melalui bisnis skala rumah tangga tersebut, Niken mampu memperoleh penghasilan tambahan setiap bulannya sekitar 8 sampai 10 juta rupiah. Baginya penghasilan tersebut cukup untuk menambah kebutuhan keluarga.

Dalam proses produksi, Niken sangat memperhatikan kualitas produk sambal pecelnya yang diberi merek Miraos. Oleh sebab itu, tak heran jika Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan penghargaan berupa piagam bintang keamanan pangan 1 terhadap produk sambel pecel miliknya. Piagam penghargaan itu diberikan kepada produk-produk yang dibuat dengan jaminan higienitas karyawan, penanganan dan penyimpanan pangan, serta sanitasi dan peralatan yang berstandar.

Dalam menjalankan bisnisnya, wanita satu anak ini juga mengalami beberapa kendala, khususnya jika terjadi kenaikan harga bahan baku, seperti kacang tanah. Hal ini akan mempengaruhi margin keuntungannya. Kedepannya, Niken akan berupaya memperbaiki usahanya agar lebih berkembang, misalnya dengan memasarkan produk sambal pecel dengan kemasan yang lebih menarik dan beragam pilihan ukuran, serta mempertahankan kualitas produknya yang mampu bertahan selama 10 bulan meski tanpa menggunakan bahan pengawet. 

Apakah anda tertarik dan ingin mengikuti jejak ibu Niken? Jika ya, Anda wajib memahami cara pembuatan produk sambel pecel. Untuk membuat bumbu sambel pecel ternyata tidaklah terlalu sulit. Bahan baku yang dibutuhkan terdiri dari: kacang tanah (1kg), cabai (2ons), gula merah (1/4kg), gula pasir (10sdm), garam (5sdm), bawang putih (5siung), daun jeruk purut (5 lembar), dan asam secukupnya.

Proses pembuatannya:
Pertama kacang tanah disangrai (goreng tanpa minyak) lalu tiriskan, dan pisahkan kulitnya. Bahan bumbu digiling kemudian digoreng. Kemudian kacang tanah juga digiling agak halus. Selanjutnya, bumbu dan kacang tanah dicampur dan diuleni (diulek bersama). Setelah proses ini, bumbu sambel peceL siap dikemas dan dipasarkan. Demikian sekilas informasi tentang membangun usaha rumahan pembuatan bumbu sambel pecel kemasan. Salam kerja & usaha!!! (referensi: kompas.com)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait