Cara dan Syarat Mengajukan Kredit Usaha Rakyat di Bank

Di tahun 2007 Pemerintah SBY meluncurkan program bantuan Kredit Usaha Rakyat atau disingkat KUR yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan dengan memberdayakan usaha kecil mandiri masyarakat. Program ini rupanya mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil menengah yang masih memiliki keterbatasan dalam pemenuhan modal usahanya.

KUR merupakan program pemberian kredit atau pembiayaan dengan nilai dibawah 500 juta rupiah dengan pola penjaminan oleh pemerintah. 

kredit usaha rakyatAda 3 skema dalam Kredit Usaha Rakyat yaitu KUR Mikro dengan plafon sampai dengan 20 juta rupiah yang dikenakan suku bunga kredit maksimal 22% per tahun, kemudian KUR Ritel dengan plafon antara 20 juta rupiah sampai dengan maksimal 500 juta rupiah yang dikenakan suku bunga kredit sebesar maksimal 13% per tahun dan skema yang ketiga disebut dengan KUR Linkage dengan batasan plafon sampai 2 miliar rupiah dimana dalam pelaksanaannya biasanya menggunakan lembaga lain seperti koperasi, BPR, dan lembaga keuangan non bank untuk menerus pinjamkan dana KUR dari bank pelaksana kepada pemohon kredit atau UMKMK (Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi). 

Nah, jika anda memiliki usaha yang termasuk UMKMK yang masih produktif dan memerlukan modal tambahan untuk mengembangkan usaha anda, maka tiada salahnya memanfaatkan program pemerintah ini. Lalu, bagaimanakah caranya mengajukan permohonan Kredit Usaha Rakyat tersebut? Ada beberapa langkah yang harus anda lakukan, antara lain:

1. Memahami persyaratan umum dalam pengajuan permohonan Kredit Usaha Rakyat 
Persyaratan tersebut antara lain meliputi: 
a). Kepemilikan atau pendirian usaha yang telah beroperasi minimal 6 bulan.
b). Usahanya tergolong UMKMK, yakni:
  • Usaha Mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih kurang dari 50 juta rupiah, tidak termasuk aset tanah dan bangunan.
  • Usaha Kecil (memiliki modal Rp 50 juta - 500 juta)
  • Usaha Menengah (memiliki modal Rp 500 juta - 10 miliar)
  • Koperasi (badan usaha yang berbentuk koperasi)
c). Tidak sedang menerima bantuan modal usaha dari perbankan atau program pemerintah.


2. Menghitung secara cermat jumlah kebutuhan dana usaha
Langkah kedua adalah menghitung secara terperinci jumlah kebutuhan dana yang anda perlukan agar mampu mengembangkan bisnis anda sekaligus juga tidak begitu memberatkan keuangan anda ketika harus mencicilnya di bank penyalur. Jangka waktu & jenis kredit dalam program KUR terdiri dari KMK (Kredit Modal Kerja) maksimal 3 tahun, dan KI (Kredit Investasi) maksimal 5 tahun.

3. Menentukan bank yang akan anda tuju untuk mengajukan permohonan KUR 
Saat ini ada tujuh bank nasional dan sekitar 13 Bank Pembangunan Daerah yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan KUR. Bank nasional penyalur KUR antara lain: BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Pilihlah bank yang paling representative atau paling dekat dengan tempat tinggal anda agar lebih mudah dalam proses pengurusan. Ada baiknya anda membandingkan dua atau tiga bank penyalur sehingga anda dapat memutuskan mana bank yang paling sesuai dengan anda. Jangan lupa pula untuk meminta saran pendapat dan pengalaman dari rekan-rekan yang sudah pernah mengajukan KUR.

4. Menyiapkan Segala Dokumen Administrasi 
Langkah ke empat adalah menyiapkan surat atau dokumen yang diperlukan dalam pengajuan Kredit Usaha Rakyat. Secara umum dokumen-dokumen yang akan diminta oleh pihak bank antara lain:
  • Surat permohonan Kredit Usaha Rakyat yang ditujukan kepada Bank penyalur. Anda bisa download contoh surat permohonan KUR di link ini!
  • Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Usaha yang diterbitkan oleh kepala desa / lurah. Biasanya pinjaman dengan plafon di atas 20 juta rupiah (KUR Ritel) harus melampirkan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), atau SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan). Namun, semuanya tergantung kebijakan masing-masing bank penyalur.
  • KTP dan Kartu Keluarga beserta fotocopynya. Bagi usaha yang berbentuk kelompok wajib melampirkan Surat Pengukuhan dari instansi terkait atau Surat Keterangan dari Kepala Desa / Kelurahan atau Akte Notaris. Lampirkan juga fotocopy KTP masing-masing anggota.
  • Catatan pembukuan atau laporan keuangan perusahaan anda.
  • Surat bukti agunan dan dokumen lain sesuai dengan kebijakan masing-masing bank.

Setelah dokumen permohonan kredit anda diterima, pihak bank akan melakukan survey dan evaluasi terkait kelayakan usaha anda dalam menerima bantuan KUR. Ada 3 syarat utama bagi UMKMK yang bisa menerima bantuan kredit usaha rakyat, yakni usaha yang tergolong produktif, layak (profitable), dan belum bankable (belum dapat memenuhi persyaratan perkreditan/ pembiayaan dari bank, seperti dalam penyediaan agunan).

5. Persiapan dalam masa survey (peninjauan)
Tahap terakhir adalah persiapan diri untuk menyambut kedatangan tim survey dari pihak bank yang akan mengkaji dan menilai kelayakan bisnis anda dalam menerima kucuran dana KUR. Selain mengamati tempat dan proses aktivitas usaha anda, tim survey juga mungkin akan memberi sejumlah pertanyaan kepada anda yang akan digunakan untuk bahan pertimbangan dalam memutuskan proposal bantuan modal usaha anda. Lakukanlah secara jujur dan profesional. Setelah tahap survey, pihak bank akan melakukan evaluasi dan biasanya dalam kurang dari satu bulan, mereka akan menghubungi anda terkait keputusan finalnya.

Demikianlah sekilas gambaran tentang cara mengajukan permohonan bantuan kredit modal usaha dari pemerintah yang kita kenal dengan program KUR. Semoga bisnis anda semakin lancar jaya!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait