Gambaran Singkat Bisnis Pembuatan Nasi Instan

Hampir semua orang suka dengan yang praktis - praktis, termasuk dalam urusan masak-memasak. Hal ini menjadikan banyak produsen bumbu dan makanan yang menyajikan produk cepat saji (instan). Salah satu dari sekian produk konsumsi tersebut adalah nasi instan. Nasi instan atau disebut juga qiuck cooking rice merupakan olahan beras yang telah dimasak kemudian dikeringkan agar bisa disimpan dalam waktu lebih lama, tetapi dapat disajikan dalam waktu yang lebih cepat. Kepraktisan ini menjadikan produk nasi instan banyak dibeli konsumen yang memiliki keterbatasan waktu dalam masak-memasak.

Di Indonesia, jenis nasi instan yang populer adalah nasi liwet. Nasi liwet merupakan kuliner khas Jawa Barat, dimana nasi dimasak bersama aneka bumbu dan rempah sehingga menghasilkan nasi yang beraroma gurih dan rasa yang lebih menggugah selera.

nasi instan enakSaat ini telah banyak wirausahawan lokal yang terjun ke bisnis pembuatan nasi instan yang dikemas dalam kemasan modern, misalnya saja nasi liwet instan merek Seribu Satu, Kabayan, Garut, Tugu, Pa Tani dan sebagainya. Seperti apakah gambaran bisnis produksi nasi instan tersebut? Berikut sekilas deskripsinya:

Proses Pembuatan Nasi Instan
Dalam proses pembuatan nasi instant, ada beberapa metode atau cara yang bisa digunakan, diantaranya adalah Metode Rendam-Rebus-Kuskus-Keringkan. Teknik pembuatan nasi instan ini dikembangkan oleh General Foods Corporation yang membuat produk Minute Rice. Caranya adalah beras direndam dalam air sehingga kadar air dalam butiran beras meningkat menjadi 30%. Setelah itu, direbus sekitar 8-10 menit agar kadar airnya menjadi 70%. Sesudah ditiriskan, beras yang telah masak tersebut direndam dalam air dingin selama 2 menit.

Kemudian langkah selanjutnya adalah dihamparkan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas bersuhu 140 derajat Celcius agar kadar airnya menjadi 8-14%, sehingga dihasilkan struktur nasi kering yang berpori. Selain Metode Rendam-Rebus-Kuskus-Keringkan, beberapa cara lain yang digunakan adalah penggunaan bahan kimia Na2HPO4,  dan metode pembekuan.

Nasi instan takkan terasa enak jika tanpa disertai bumbu tambahan, seperti halnya dengan mie instan, yakni bumbu rempah, minyak sayur, dan bumbu penyedap. Oleh sebab itu, konsep nasi instan yang dambil dari resep kuliner tradisional nasi liwet menjadi  daya tarik tersendiri. Campuran komposisi bumbu kering yang biasanya dipakai adalah daun salam, bawang merah goreng, serai, dan bawang putih goreng.

Selain rasa dan kualitas produknya, hal lain yang wajib diperhatikan dalam bisnis pembuatan nasi instan ini adalah kemasannya. Kemasan didesain menarik, higienis, modern, dengan berbagai varian ukuran, misalnya 100 gr, 250 gr dan 500 gr, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan daya beli masyarakat. Bisnis nasi instan ini cukup menjanjikan. Untuk memulainya dibutuhkan beberapa modal peralatan dan mesin produksi, seperti mesin vakum, oven, mesin seal, dan sebagainya. Namun, agar mampu meraih kesuksesan, kunci utamanya adalah penciptaan resep yang khas dan pas di lidah konsumen.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait