Ide Bisnis Mengelola Sampah secara Unik

Kreativitas dan inovasi bisa menyulap sesuatu yang tak berharga menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Ketika banyak orang yang melihat sampah sebagai sesuatu yang menjijikan, ternyata ada orang-orang kreatif yang menganggap sampah sebagai celah bisnis yang cukup menjanjikan. Sebagai bahan inspirasi, mungkin terobosan-terobosan yang dilakukan oleh orang-orang berikut ini bisa membangkitkan semangat kewirausahaan anda dalam menggali potensi bisnis pada pengolahan tumpukan sampah.

Sampah sebagai Media Pembayaran Asuransi Kesehatan
mengolah sampah botol
Ide briliant ini merupakan buah karya putra bangsa Indonesia yang bernama Gamal Albinsaid. Berkat terobosannya tersebut, ia berhasil menyabet penghargaan tertinggi dari HRH The Prince of Wales pada ajang Unilever Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards (oleh perusahaan Unilever) dengan hadiah sebesar 50ribu uero. Gamal Albinsaid adalah seorang dokter muda pendiri organisasi Indonesia Medika. Bersama kawan-kawannya, Gamal meluncurkan program GCI (Garbage Clinical Insurance) yang merupakan sebuah asuransi kesehatan mikro dengan menggunakan sampah sebagai alat pembayarannya.

Warga masyarakat yang telah bergabung dalam program asuransinya, cukup membayar dengan tumpukkan sampah (misal botol plastik, kaleng minuman, kerdus, dsb) senilai Rp 10.000,- per bulan. Dengan program ini, masyarakat yang telah bergabung dapat menikmati program pemeriksaan dan pengobatan gratis di tempat klinik yang telah ditunjuk. Sementara itu, agar program ini terus berjalan, maka setoran sampah dari para anggota (warga masyarakat miskin) dikelola kembali menjadi produk yang bernilai ekonomis (misal dijual langsung ke pengepul, diolah menjadi barang kerajinan, dan sebagainya). Program ini merupakan program sosial yang sangat mulia. Selain bertujuan untuk membantu warga masyarakat miskin dalam memenuhi biaya kesehatannya, program asuransi ini juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang budaya hidup bersih terhadap lingkungan. (referensi: unilever.com)

Sampah Biji Mangga sebagai Pakan Ternak Unggas
Peternakan unggas menjadi salah satu usaha rumahan yang dilakoni oleh warga di benua Afrika. Namun, mahalnya bahan pakan ternak yang harus dibeli petani membuat margin keuntungan yang berhasil diperoleh menjadi tak cukup mampu mengangkat kesejahteraan para petani di kawasan Afrika. Melihat kondisi tersebut, seorang warga Nigeria bernama Blessing Mene yang berprofesi sebagai petani sekaligus sebagai peneliti bersama dengan rekan-rekannya berusaha mencari solusi tersebut.

Mereka mengolah sampah biji-biji mangga yang digiling bersama rumput gajah, jagung, dan ubi kayu untuk menghasilkan pakan ternak unggas yang bernutrisi. Proyek mengolahan limbah organik tersebut diberi nama UNFIRE (Unorthodox Feed Innovation for Rural Entreprising Smallholder Farmers). Dibawah naungan organisasi perusahaan Aleph Tav Limited, mereka berharap mampu meningkatkan penghasilan petani 50-80%. (referensi: changmakers.com)

Taka Taka Solutions
Tahun 2011 lalu, perusahaan teknologi Dell memilih Taka Taka Solutions sebagai pemenang pertama dalam ajang Dell Social Innovation Challange. Taka Taka Solutions merupakan perusahaan kecil di kota Nairobi, Kenya yang menghadirkan layanan terjangkau dalam pengolahan sampah. Perusahaan kecil yang dibangun oleh Daniel Paffenholz tersebut berusaha menyediakan layanan pengelolaan limbah terjangkau, berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk semua rumah tangga di kota Nairobi. Merecover bahan daur ulang dan kompos sampah organik menggunakan state-of-the-art teknologi. Beberapa produk yang dihasilkan antara kompos, baju daur ulang, dan gelas dari potongan botol minuman keras. (referensi: dell.com)

Demikianlah beberapa ide kreatif dan inovatif dalam menangani masalah sampah. Semoga mampu menjadi sumber inspirasi bagi dunia bisnis anda. Salam kerja & usaha!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait