Gambaran Awal Berbisnis Abon Cabe

Pada umumnya kita mengenal istilah abon sebagai salah satu jenis makanan yang berasal dari olahan daging, seperti sapi, ayam sampai dengan ikan. Namun kreatifitas kuliner di Indonesia akhirnya menghadirkan resep abon yang terbuat dari olahan buah cabai. Sejak sekitar 2 - 3 tahun yang lalu, popularitas abon cabai mulai dikenal masyarakat nusantara, bahkan beberapa negara di Eropa. Banyak pengusaha rumahan yang mulai menggeluti bisnis pembuatan abon cabai. Kreativitas olahan abon cabai mampu membuat produk pertanian buah cabai bisa bertahan lebih lama.

Jika di wilayah anda terdapat sentra produksi pertanian buah cabai yang melimpah, mungkin menggeluti bisnis ini bisa menjadi salah satu ladang pemasukan keuangan anda. Adapun beberapa tahapan yang harus anda lakukan antara lain:

bisnis abon cabe1. Mengenal dan Menciptakan Resep Abon Cabe yang Unik
Berikut disajikan contoh cara membuat abon cabe. Bahan bahan yang diperlukan antara lain:
  • Cabe merah keriting 1 kg
  • Cabe rawit merah 1/2 kilogram
  • Bawang putih 20 siung
  • Bawang merah 10 siung
  • Gula merah sisir halus 2 sendok makan
  • Ketumbar 3 sendok makan
  • Garam sekitar 3 sendok makan
  • Penyedap rasa sesuai selera

Cara Membuatnya:
Bahan utama yang berupa cabe merah keriting dan cabe rawit dicuci bersih dan ditiriskan. Langkah berikutnya kedua jenis cabai tersebut dikeringkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari atau dengan menggunakan oven. Proses pengeringan dengan bantuan sinar matahari biasanya membutuhkan waktu 5 sampai 7 hari. Setelah bahan cabai menjadi kering dan tidak mengandung air lagi maka langkah berikutnya adalah menghaluskan cabai menggunakan blender hingga teksturnya ringan. Bahan bumbu yang lain dicampur menjadi satu dan dihaluskan, kemudian ditumis hingga mengeluarkan bau yang harum (menggugah selera). Setelah itu bahan cabe yang sudah halus di masukan kedalam wajan dan diaduk menjadi tercampur rata. Angkat tumisan abon cabai dari wajan setelah terlihat tidak berminyak lagi. Diamkan sampai dingin dan abon cabe siap disimpan ke dalam wadah tertutup rapat (kemasan) untuk dipasarkan ke konsumen.

Agar dapat diterima oleh pasar maka anda wajib menciptakan abon dengan rasa yang disukai konsumen. Ada berbagai varian rasa abon cabai tergantung bahan pendukungnya seperti abon cabai udang, abon cabai ikan teri, abon cabai dengan rasa bawang putih yang lebih kuat, dan lainnya. Untuk menciptakan varian rasa tersebut, bahan pendukungnya biasanya ditumis bersamaan dengan bahan cabai yang telah dihaluskan.

2. Menyiapkan Kemasan dan Merek Produk Abon Anda
Secara umum ada dua jenis kemasan yang dipakai untuk memasarkan produk abon cabai, yakni berupa kemasan plastik atau kemasan botol plastik. Kemasan harus benar benar tertutup rapat agar produk tidak terkontaminasi dengan udara luar. Agar menarik keinginan beli konsumen, anda juga harus memperhatikan nama merek produk abon cabai anda. kuncinya adalah memberi nama yang mudah diingat.

3. Mencari Pangsa Pasar dan Menyiapkan Strategi Pemasaran
Sebaiknya sebelum anda memutuskan untuk terjun ke bisnis ini, anda hendaknya telah memiliki gambaran awal mengenai tempat-tempat produk abon anda akan anda pasarkan. Bila memungkinkan lakukanlah riset kecil-kecilan. Mengingat pertumbuhan pemakai jejaring sosial (misal facebook dan twitter) di indonesia cukup tinggi, maka anda bisa memanfaatkannya untuk memperluas jangkauan pemasaran. Pada tahap ketiga ini anda juga sebaiknya menentukan harga jual produk abon anda. Di pasaran harga abon cabe untuk kemasan 100 gram, rata rata antara 30 ribu sampai 40 ribu rupiah.

4. Payungi Produk Anda dengan Legalitas Hukum
Untuk menambah nilai kepercayaan konsumen terhadap produk anda, maka izin usaha dan sertifikat produk dari lembaga terkait, misalnya BPOM dan sertifikat halal MUI wajib anda kantongi. Lihat panduan cara mendaftarkan produk usaha di link ini.

5. Memahami Tantangan dan Kesulitan Menggeluti Bisnis Abon Cabai
Berdasarkan pengalaman beberapa wirausahawan/wati yang telah terjun ke bisnis ini, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, namun yang paling utama adalah fluktuasi harga bahan baku. Ketika harga cabai melonjak tinggi anda harus pintar pintar merencanakan jumlah produksi agar anda tidak merugi, karena harga produk abon cabe kemasan tidak mungkin ikut difluktuasikan yang membuat para konsumen menjadi kecewa dan meninggalkan produk anda.

Demikianlah beberapa poin penting dalam memulai usaha rumahan memproduksi abon cabai kemasan. Salam kerja dan usaha!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait