Tips Sederhana Menilai Kepuasan Konsumen

Salah satu indikator yang menunjukkan seberapa baik keberlangsungan suatu bisnis adalah tingkat kepuasan pelanggan. Konsumen yang merasa puas terhadap kerjasama, transaksi, produk dan pelayanan yang kita sediakan akan menjadi kunci keberhasilan bisnis di masa-masa selanjutnya. Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang selalu aktif melakukan evaluasi terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas para pelanggannya.

Nah, untuk mengetahui seperti apa gambaran kepuasan konsumen terhadap usaha yang anda tawarkan dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari yang mudah hingga memakai ilmu riset konsumen. Secara sederhana, tingkat satisfaction konsumen dapat diukur dengan cara-cara mudah berikut ini:

Tingkat Kepuasan Pelanggan
1. Sediakan Saluran Keluhan dan Saran Konsumen
Cara ini adalah yang paling umum dan banyak digunakan oleh para pelaku usaha. Anda bisa menyediakan nomer telepon, email, alamat website, akun jejaring sosial, atau lewat kotak saran yang dapat diakses oleh pelanggan dalam menyampaikan beragam ketidakpuasannya. Keluhan-keluhan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyediakan layanan yang lebih bagus lagi.

2. Melakukan Survey ke Pelanggan
Terkadang banyak pelanggan yang tidak merasa puas tetapi tidak mau menyampaikan saran dan kritiknya karena berbagai alasan. Oleh sebab itu, untuk membuat simpulan yang lebih terarah, maka survey ke pelanggan bisa menjadi salah satu penyokongnya. Data survey  dapat dikumpulkan secara lisan maupun tulisan. Misalnya seorang PSG bertanya langsung kepada pelanggan yang pernah menggunakan produk usahanya atau dengan meminta waktu 5 menit kepada konsumen untuk mengisi form survey secara tertulis. Di kawasan Eropa dan Amerika, kegiatan ini sering dilakukan oleh perusahaan jasa survey.

3. Melakukan Perbandingan dengan Kompetitor
Hal lain yang dapat dilakukan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen adalah melakukan perbandingan terhadap kinerja bisnis para kompetitor. Untuk melakukan hal tersebut anda membutuhkan mata-mata atau istilahnya ghost shopper. Orang yang berperan menjadi ghost shopper (pembeli siluman) bertugas untuk melakukan transaksi pembelian ke beberapa kompetitor sembari mencari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan demikian, anda dapat memperkirakan bagaimana kepuasan konsumen di masing-masing tempat usaha tersebut dan membandingkan dengan usaha anda.

4. Last Analisys Customer
Selain ketiga cara di atas, metode lain yang bisa digunakan adalah melalui analisa terhadap pelanggan yang berhenti berlangganan. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara menghubungi para konsumen yang telah berhenti berlangganan untuk mencari tahu alasan mengapa loyalitas mereka menurun. Apakah karena kualitas produk, kualitas pelayanan, atau sebab lainnya. Dengan data-data tersebut, tentu anda akan dapat mengevaluasi dan mengambil kebijakan yang tepat dalam membangun tingkat kepuasan para pelanggan anda.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait